Rumah Warga Rusak, Pihak Kontraktor IPAL Enggan Komentar

Senin, 02 Desember 2019 - 01:23 WIB   [42 Klik]
Reporter : Ridho Fernandes
Redaktur : Raja Mirza

Rumah Warga Rusak, Pihak Kontraktor IPAL Enggan Komentar

Salah seorang warga menunjuk kerusakan bangunan miliknya akibat proyek IPAL

KORANMX.COM, PEKANBARU--Kontraktor pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), PT Wijaya Karya (WiKa) masih enggan memberikan komentarnya, terkait kerusakan bangunan masyarakat sekitar yang terdampak akibat pembangunan IPAL di wilayah Kecamatan Sukajadi. 

Pihak manajemen terkesan enggan dihubungi dan ditemui, saat koranmx.com ingin menanyakan terkait kerusakan bangunan warga yang ditimbulkan oleh getaran alat berat pembangunan IPAL itu. 

"Humasnya lagi gak ada di tempat bang, belum masuk kantor. Coba aja hubungi bang," kata Rusli Fauzi, Sekuriti yang berjaga di kantor PT WiKa Jalan Soekarno Hatta, Senin (2/12/2019). 

Ia juga tidak dapat memastikan kapan Humas yang diketahui bernama Alan itu berada di kantor.

"Saya juga gak tau kapan pak Alan ada di kantor. Kalau untuk konfirmasi itu ya ke Humas lah. Lagian pimpinan juga gak ada di sini, lagi ke Jakarta semua," jelasnya. 

Koranmx.com kembali mencoba upaya konfirmasi pihak Humas PT Wika melalui telepon seluler namun belum dijawab. Begitu juga dengan pesan WhatsApp yang dikirimkan hingga berita ini ditulis juga belum ada jawaban. 

Seperti yang dikatakan, Retno (56) salah seorang pedagang ikan bakar yang tinggal di Jalan KH Ahmad Dahlan mengaku usaha miliknya mengalami kerugian akibat pembangunan proyek IPAL. 

"Omset jauh menurun, dulu ramai sejak jalan ini menyempit pelanggan banyak yang lari, mungkin melihat jalan begini jadi malas lewat sini, macet," sebutnya. 

Tak hanya itu, bangunan rumah sekaligus tempat ia berjualan mengalami kerusakan dari pembangunan itu. Beberapa bangunan itu mengalami retak akibat dari getaran alat berat. Lantai rumah milik nya pun ikut amblas.

"Dulu memang pernah diganti, kamar kita dulu retak. Tapi sekarang lantai amblas lagi, ada juga dinding retak. Mereka cuma bilang akan ganti kalau pekerjaan mereka selesai. Tapi mereka tidak ada mendata kami secara rinci," kata Retno, saat ditemui koranmx.com, Ahad (1/12/2019). 

Ia juga meminta pihak kontraktor supaya dapat segera memberikan ganti rugi terhadap nya atas kerusakan bangunan yang ia alami. 

"Yang dulu Humas nya beda dengan yang sekarang. Kalau yang dulu betul-betul didata kerusakan yang kita alami. Kalau sekarang tidak ada mereka data, mereka cuma ngomong aja," pungkasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook