BKSDA Pastikan Jejak yang Ditemukan Warga Tapung Milik Harimau

Senin, 02 Desember 2019 - 18:03 WIB   [72 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

BKSDA Pastikan Jejak yang Ditemukan Warga Tapung Milik Harimau


KORANMX.COM, PEKANBARU--Warga Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, dibuat heboh adanya temuan jejak yang diduga milik harimau, pada Sabtu (30/11/2019) kemarin malam. 

Khawatir terjadi konflik antara satwa ganas dengan masyarakat. Temuan itu, langsung dilaporkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. 

Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro, yang dimintai keterangannya, Senin (2/12/2019) kemarin membenarkan informasi kemunculan jejak harimau tersebut.

Ia mengatakan, sejak dilaporkan pihaknya telah menurunkan tim datang kelokasi. ''Hasilnya memang betul itu jejak harimau,'' ungkap Heru. 

Dari hasil pengukuran jejak tersebut, sambung Heru, pihaknya memastikan bahwa jejak itu milik harimau dewasa. 

''Diameter jejak nya itu sudah bisa dikatakan milik harimau dewasa,'' ungkap Heru. 

Kemunculan harimau itu, sebut Heru adalah hal yang biasa terjadi. Karena, untuk saat masyarakat sedang hidup berdampingan dengan satwa buas tersebut. 

Karena itu, menurut Heru, alangkah baiknya masyarakat dapat menghargai keberadaan satwa tersebut. 

''Mereka itu sangat kita butuhkan, karena itu baiknya masyarakat juga dapat menghargai mereka,'' ujar Heru. 

Adanya jejak harimau itu semakin jelas. Dikarenakan jalan tanah yang bekas turun hujan, sehingga terlihat jelas tapak harimau yang melangkah di wilayah tersebut.

''Tadi malamkan turun hujan, sehingga jalan tanah di desa itu terlihat jelas ada tapak satwa yang kita duga tapak harimau,'' kata Heru.

Pihaknya menganalisa, harimau yang melintas di desa tersebut berasal dari kawasan hutan taman raya (Tahura) yang tak jauh dari lokasi tersebut.

''Untuk diketahui desa tersebut bisa jadi merupakan wilayah jelajah harimau. Jadi hal yang biasa kalau harimau melintas di wilayah jelajahnya sendiri,'' kata Heru.

Atas temuan itu, Heru menghimbau agar masyarakat setempat tetap waspada. ''Tempat temuan jejak itu memang rumah dia atau wilayah jejahnya di situ. Tapi waspada ya tetap waspada. Sampai sejauh inikan tidak ada konflik secara fisik dengan manusia,'' kata Heru.

Sesuai kebiasaan satwa belang itu. Harimau tetap akan berjalan, mengitari wilayah jelajahnya (homering) tanpa bisa dibatasi. Tidak mungkin harimau harus terus menerus berada di "rumahnya" di Tahura.

''Harimau itu harus memang jalan, tak mungkin kita batasi harus di Tahura saja yo nggak bisa seperti itukan,'' pungkas Heru.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook