Komisi IV Pun Geram Cara Kerja Kontraktor IPAL

Kamis, 05 Desember 2019 - 14:56 WIB  
Reporter : Novi Yanti
Redaktur : Oce E Satria

Komisi IV Pun Geram Cara Kerja Kontraktor IPAL

Aktifitas pengerjaan proyek IPAL di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru. [Foto: Jajang Rahamdes/koranmx.com]

KORANMX.COM, PEKANBARU— Pembangunan galian IPAL masih dikeluhkan masyarakat. Akibat proyek ini, jalanan semakin sempit sehingga membuat macet. Lebih dari itu, bekas pengerjaan galian yang sudah selesai, tidak dikembalikan seperti semula (jalan aspal). Sehingga membuat jalan jadi rusak, dan membahayakan pengendara.

Kondisi serupa sudah sering terjadi. Namun karena lemahnya pengawasan dari Pemko melalui dinas terkait (PUPR/Perkim CK), membuat pihak pemborong menyelesaikan pekerjaan semena-mena. Karenanya, Komisi IV DPRD kota Pekanbaru akan mempertanyakan standar dan kelayakan jalan yang sudah digali, tidak dikembalikan seperti semula.

“Kalau kita mau jujur, sebenarnya yang dibutuhkan Kota Pekanbaru saat ini bukan pembangunan IPAL. Tapi penanganan banjir dan pembuatan drainase. Karena setiap hujan mengguyur, kota ini selalu dikepung banjir. Ini seharusnya yang menjadi perhatian serius,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Ali Suseno ALn

Tambah  politisi Hanura ini, meskipun kegiatan pembangunan IPAL tersebut anggaran bantuan dari bank dunia, namun tidak serta merta diambil mentah saja untuk dijadikan proyek. Sebab, ending dari IPAL ini sendiri belum dibutuhkan masyarakat secara umum. 

“Berdasarkan informasi, perusahaan yang mengerjakannya. Bos atau minimal dirutnya kita panggil. Begitu juga dari OPD terkait, kita panggil Dinas PUPR atau pun Perkim. Mereka jangan asal-asalan kerja, karena kota ini ada tuannya dan ada aturan yang harus dipatuhi,” tegasnya
Komisi IV mengharapkan, agar pihak kontraktor bisa kooperatif untuk memenuhi undangan untuk hearing nantinya. 

Apalagi pengerjaan IPAL ini sudah beberapa tahun dimulai di Pekanbaru. 

“Makanya kita tekankan, jika pengerjaan ini merugikan masyarakat, perlu ditinjau ulang dan evaluasi. Meski perusahaan yang mengerjakannya plat merah. Sekali lagi saya tekankan, kami DPRD tidak alergi dengan pembangunan IPAL ini, tapi harusnya ada yang lebih wajib dikerjakan, dari pada proyek ini. Apalagi hanya untuk gagah-gagahan,” tutupnya. **



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook