PT Arara Abadi dan Masyarakat Desa Kesuma Sepakat Ukur Ulang Tapal Batas

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:40 WIB   [47 Klik]
Reporter : M Said
Redaktur : Oce E Satria

 PT Arara Abadi dan Masyarakat Desa Kesuma Sepakat Ukur Ulang Tapal Batas

Mediasi antara masyarakat Desa Kusuma, Kacamatan Pangkalan Kuras dengan pihak PT Arara Abadi (AA) yang digelar di aula Mapolres Pelalawan, Jumat (6/12/2019) [Foto: M Said/koranmx.com]

KORANMX.COM, PELALAWAN -- Hasil mediasi antara masyarakat Desa Kusuma, Kacamatan Pangkalan Kuras dengan pihak PT Arara Abadi (AA) yang digelar di aula Mapolres Pelalawan, Jumat (6/12/2019) didapat kesepakatan untuk dilakukan, yakni pengukuran ulang tapal batas kedua belah pihak.

‘’Alhamdulillah setelah kita mediasi, masyarakat sepakat, di daerah yang menjadi persoalan. Langkah yang pertama yaitu menentukan tapal batas antara perusahaan PT Arara Abadi dan masyarakat,’’ jelas Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua kepada koranmx.com usai pertemuan itu.

Dari hasil mediasi yang disepakati kedua belah pihak, kata Kapolres,  akan direkomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menyurati KLHK dan selanjutnya kepada BPKHI diarahkan untuk menentukan waktu pengukuran dan sama-sama disaksikan kedua belah pihak.

Mediasi yang dipimpin Kapolres Pelalawan, bersama Sekdakab Pelalawan Tengku Muhklis MSi dan Pabung Dandim KPR 0313 Mayor Inf Salmon Tarigan, dihadiri Dinas KLHK Provinsi Riau. Termasuk Kepala ATR/BPN Pelalawan Ruslan Indra, BPKH, Pejabat Pemkab Pelalawan, Camat Pangkalan Kuras Firdaus MSi, Kepala Desa Kesuma, tokoh masyarakat, perwakilan masyarakat Desa Kusuma serta pihak PT Arara Abadi.

‘’Kita hanya mediator untuk mempertemukan kedua belah pihak, guna mencari solusi. Maka langkah awal tapal batas diukur, setelah ada hasil nanti akan dilakukan pertemuan kembali. Jadi diminta kepada masyarakat bersabar menunggu dan menjaga situasi tetap kondusif,’’ pinta Kapolres.

Sementara dalam mediasi itu berjalan alat. Pasalnya keluhan yang selama ini dirasakan masyarakat dapat langsung dicurahkan di hadapan Kapolres dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang diwakili Sekda, serta pihak Pertanahan.

Salah satunya disampaikan oleh M Butarbutar mewakli Dusun Satu hingga tiga tersebut. Bahwa  sejak tahun 2013 ketika diminta tapal batas anak perusahaan PT Sinar Mas tidak ada hingga sekarang. Imbasnya lahan warga yang telah ditanami sawit dan kebun karet diserobot.

Daerah yang kini telah jadi perkempungan dan sebahagian lahannya telah dikuasai oleh PT AA membuat masyarakat tidak terima hingga terjadi konflik. Tetapi perusahaan terkesant tak perduli. Dengan menggunakan alat berat di bawah kawalan petugas menggarap lahan tersebut.

‘’Kami masyarakat tidak pernah melarang adanya tanaman kehidupan. Tapi kami minta jelas tapal batasnya. Ini terjadi sejak tahun 2013. Lalu tak jelas batasan lahan perusahaan, sampai di mana di mana,’’ ujar ButarButar tegas.

‘’Ada tanaman sawit warga diklaim perusahaan sebagai tanaman kehidupan mereka. Ironisnya tanaman-tanaman kami dirusak. Kami mencoba mempertahankan hak kami. Tapi malah kami dilaporkan ke polisi,’’ pungkas anak Betino Batin Hitam, Sungai Medang, Aminar.***

Sementara itu Humas PT Arara Abadi, Jailun Sinaga yang ikut dalam pertemuan itu mengklaim pihaknya sudah mengimplemantasikan tanaman kehidupan sasuai MoU atau perjanjian dengan KemenLHK.

‘’Sekarang sedang melajutkan progres tanaman hidupan untuku masyarakat. Tapi malah kita dituduh menyerobot lahann masyarakat. Namun demikian  kita  tetap  menghormati  keputusan  mediasi itu,’’ ungkap  Jailun. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook