Tolak Eksepsi Mantan GM MP Club, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Bukti dan Saksi

Rabu, 05 Februari 2020 - 13:05 WIB   [146 Klik]
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Raja Mirza

Tolak Eksepsi Mantan GM MP Club, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Bukti dan Saksi

Suasana sidang putusan sela mantan GM MP Club, Benny Lubis

KORANMX.COM, PEKANBARU--Majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru menolak seluruh nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Benny Lubis.

Penolakan eksepsi mantan General Managar (GM) MP Internasional Executive Club itu, dibacakan oleh hakim ketua Sorta Ria Neva SH MHum, dalam agenda sidang putusan sela, Selasa (4/2/2020).

"Menolak seluruh eksepsi terdakwa Benny Lubis," ucap Hakim ketua.

Dengan ditolaknya eksepsi tersebut, majelis hakim memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi dan barang bukti (BB) pada persidangan selanjutnya.

"Sidang pemeriksaan saksi dan barang bukti dilanjutkan pada pekan depan. Untuk itu, memerintahkan Penuntut Umum mempersiapkan saksi dan barang bukti pada pekan depan," terang hakim Sorta.

Untuk diketahui, Benny Lubis menjadi pesakitan dalam perkara penggelapan dalam jabatan, saat masih menjadi GM di tempat hiburan malam ternama itu.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, perbuatan pidana yang dilakukan Benny, ketika menjabat pada bulan Agustus 2017 sampai Oktober 2018. Dimana, Benny Lubis dengan sengaja memiliki barang kepunyaan orang lain yang ada dalam kekuasaannya.

Dalam dakwaan JPU itu, Benny disebut telah mengambil uang milik perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru. Caranya, dia meminta salah seorang karyawan yang kini menjadi saksi, Melia Fersi Sapriati, untuk mengajukan invoice pembayaran honor cleaning service atas nama CV Radhitya Pratama, CV Jaya Service Line dan CV  Clean Wijaya Service.

Invoice itu disetujui oleh Benny ke bagian keuangan di Kantor MP International Executive Club Pekanbaru, senilai Rp39.500.000. Oleh Benny, setiap bulannya uang itu dibagikan kepada 10 orang cleaning service.

Dalam perjalanannya, ternyata CV Jaya Service Line dan CV Clean Wijaya Service adalah perusahaan fiktif. Selain uang Rp39.500.000, setiap bulannya digunakan untuk membayar gaji dua orang pengawas, masing-masing sebesar Rp2.000.000 dan delapan orang cleaning service, masing-masing Rp1.200.000, serta barang habis pakai dua pengawas, masing-masing sebesar Rp500.000.

Sisanya dikembalikan ke Benny. Atas perbuatannya, MP Internasional Executive Club Pekanbaru mengalami kerugian lebih kurang Rp348.600.000.

Tidak sampai disitu, Benny juga menunjuk CV Elang Perkasa Entertaint sebagai Event Organizer yang menyediakan tenaga kerja DJ MP Internasional Executive Club Pekanbaru. Setiap akhir bulan, Benny meminta saksi Darmin Rangkuti untuk mengajukan permohonan pembayaran honor DJ ke bagian keuangan di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru Rp32.000.000.

Benny juga meminta diajukan pembayaran penjagaan F DJ sebesar Rp1.000.000 dan pembayaran akomodasi dan compliment sebesar Rp1.250.000.000 disetiap event. Ternyata personel penjagaan untuk menjaga FDJ disetiap event tidak pernah ada dan akomodasi para FDJ tidak bisa dikonfirmasi, serta para DJ yang bekerja di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru tidak pernah mendapatkan compliment. 

CV Elang Perkasa Entertaint adalah perusahaan  fiktif dan dari empat orang DJ yang bekerja di perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru, dua orang masing-masing hanya menerima gaji atau honor sebesar Rp3.500.000 per bulan dan dua lainnya mendapat Rp3.000.000 per bulan. Akibatnya MP Club merugi Rp311.187.000.

Masih dalam isi dakwaan JPU, Benny juga memanipulasi pembelian lampu LED untuk MP Club dan meminta pengurangan harga dengan janji akan membeli kembali barang dengan jumlah besar. Pengurangan harga yang diterima Rp34.000.000, di dalam faktur. Namun, Benny meminta tetap dituliskan Rp204.000.000 tanpa dimasukkan potongan harga. Benny juga mengambil uang potongan harga sebanyak Rp30 juta. 

Akibat perbuatan Benny ini, MP Internasional Executive Club Pekanbaru kembali mengalami kerugian sebanyak Rp689.787.000. Tindakan Benny diketahui setelah dia berhenti dan manajemen melakukan audit.

Atas perbuatannya, oleh JPU, Benny dikenakan Pasal  374 Jo Pasal 372 KUHPidana.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook