Proyek Sumur Bor Senilai Rp 10,8 M

Kejari Inhil Belum Terima Laporan Terkait Temuan di Perkim

Rabu, 05 Februari 2020 - 15:57 WIB   [139 Klik]
Reporter : Frasuyetno
Redaktur : Raja Mirza

Kejari Inhil Belum Terima Laporan Terkait Temuan di Perkim

Kasi Intel Kejari Inhil, Andi Sitepu SH

KORANMX.COM, INHIL--Diduga, hibah di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di tahun 2018 bermasalah. Bahkan proyek pembangunan sumur bor senilai kurang lebih Rp10,8 miliar itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Kasi Intel Kejari Inhil, Andi Sitepu SH saat ditanya mengenai proyek bermasalah tersebut, mengaku belum menerima laporan. 

"Belum ada laporan dan juga belum ada menerima hasil dari temuan tersebut, " katanya. 

Terkait Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) pada tahun 2018 lalu. Kasi Intel mengatakan TP4D tahun itu tidak melakukan pendampingan hukum terhadap proyek sumur bor. 

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK,  hibah bermasalah dimaksud yakni pembangunan sumur bor sebanyak 143 unit. Dari ratusan titik itu hanya tiga yang memiliki berita acara serah terima. 

Bahkan dalam hibah ini tak dilengkapi usulan proposal dari calon penerima, bahkan tidak ada keputusan bupati tentang penetapan penerima hibah. Tak hanya itu,  proyek tersebut juga tidak memiliki naskah perjanjian hibah daerah. Disinyalir proyek tersebut  sudah melanggar peraturan dan perundang-undangan. 

Ketika koranmx.com mencoba mengkonfirmasi terkait temuan BPK tersebut kepada Kepala Dinas Perkim Inhil Tengku Edy,  namun yang bersangkutan sulit untuk ditemui. 

Bahkan, saat jadwal rapat dengar pendapat Dinas Perkim dan DPRD Inhil. Kadis Perkim pun saat itu tak hadir. 

Sedangkan Kabid Cipta Karya, Sumitro saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tak memberikan jawaban. Telepon pun tak dijawab.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook