Komisi Kejaksaan RI Akan Turun ke Kampar, Usut Oknum Jaksa Nakal

Rabu, 05 Februari 2020 - 18:19 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Komisi Kejaksaan RI Akan Turun ke Kampar, Usut Oknum Jaksa Nakal


KORANMX.COM, KAMPAR -- Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI) akan turun ke Kabupaten Kampar terkait adanya dugaan oknum jaksa nakal di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar.

Wakil Ketua Komjak RI Babul Khoir mengatakan, hal ini untuk menyikapi pemberitaan adanya dugaan oknum jaksa nakal tersebut.

"Ini menjadi hal penting untuk disikapi secepatnya, untuk itu kami akan turun," katanya kepada Koranmx.com, Rabu (5/2/2020).

Ia juga menyampaikan jika ada hal seperti ini terjadi lagi, masyarakat bisa melaporkan ke Komjak RI. "Silakan kirimkan surat laporan ke Komjak RI," pesannya.

Sedangkan Fitri, anak dari  AR, tersangka narkoba  yang mengaku keluarganya diperas seorang oknum jaksa, mengatakan, mereka tidak akan takut untuk dihadapkan terkait masalah ini. "Selagi kami benar dan tidak bohong kami tidak akan takut," ujarnya.

Kalaupun oknum jaksa tersebut menyangkal atau membela diri itu terserah dia saja. Karena itu hak pribadi dari dirinya. "Jadi kami siap berhadapan ataupun untuk dipanggil," jelasnya.

Fitri juga mengatakan, ia percaya masih banyak aparat hukum yang berhati mulia ."Maka dari itu saya serahkan kepada Allah semua masalah ini," tuturnya.

Sebelumnya keluarga tersangka narkoba AR, merasa dimanfaatkan oleh oknum jaksa berinisial DW, di balik perkara suaminya. Bahkan tidak tanggung tanggung, oknum jaksa tersebut disebutkan meminta uang 40 juta, agar tuntutan dan vonis nantinya mendapat keringanan.

Menurut Sri Nofrida Wati, istri AR, yang didampingi anaknya Fitri, menyebutkan, pertemuan itu terjadi pada Kamis 30 Januari 2020. Mereka bertemu di salah satu rumah keluarga oknum jaksa DW. 

Kemudian lanjutnya, mengenai tawaran bantuan itu jaksa DW, meminta agar mereka memutuskan kerjasama dengan pengacara. Setelah itu ayahnya akan ditolong. 

"Jaksa itu meminta agar uang disiapkan sebesar Rp40 juta, untuk dibagi sama hakim," ungkapnya kepada Koranmx.com, Senin (3/2/2020).

"Kami merasa kecewa," kata Fitri. "Karena bukan bantuan yang ditawarkan, justru kami dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi jaksa tersebut. Ketidak berdayaan mama, dimanfaatkan oleh jaksa tersebut."

Kuasa hukum AR, Refi Yulianto juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap oknum jaksa DW tersebut. Karena sekarang ini institusi kejaksaan sedang bersih-bersih dari perbuatan yang tidak baik. "Jadi saya kecewa terkait kelakuan oknum tersebut," ujarnya.

Bahkan kata Refi, perkara yang ia tangani ini masih dalam tahap 2 dan belum naik ke persidangan. "Untuk itu mengenai masalah ini oknumnya harus ditindak. Karena sudah melibatkan pihak hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang. Jadi, harus diusut hingga tuntas," pungkasnya.

Di lain pihak, Kasi Intel Kejari Kampar Silvanus Rotua Simanulang, mengatakan, masalah ini sudah sampai ke pengawasan Kejati Riau. "Jadi kami hanya menunggu saja," katanya.

Sedangkan dari institusi Kejari Kampar, kalaupun akan ada yang perlu di klarifikasi atara mereka akan dilihat dulu. " Yang penting pihak keluarga siap, untuk klarifikasi," tuturnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook