25 Ribu Bungkus Rokok Disita

Tergiur Upah Rp2 Juta, Dua Kurir Rokok Ilegal Ditangkap

Rabu, 05 Februari 2020 - 17:56 WIB   [192 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Tergiur Upah Rp2 Juta, Dua Kurir Rokok Ilegal Ditangkap


KORANMX.COM, PEKANBARU--Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Riau merilis penangkapan dua unit speedboat dan dua pria inisial Ju dan Mu, atas kasus penyelundupan rokok ilegal sebanyak 25 ribu bungkus.

Bertempat di kantor Ditpolair, dua kapal Speedboat Putra Sriwijaya dan Dayat Jaya yang disandarkan di sana masing-masing berisikan 25 tim rokok ilegal.

Selain kedua tersangka, barang bukti (bb) berupa 25 ribu bungkus rokok ilegal tampak dihadirkan dalam ekspose. 

Direktur Polisi Perairan Polda Riau, Kombes Badarudin didampingi Kasubdit Gakkum AKBP DR Wawan mengatakan, nahkoda beserta dua speedboat diamankan Jumat (31/1/2020) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB.

''Kapal ini diamankan di perairan Terusan Mas Kabupaten Inhil-Riau,'' terang Badarudin.

Kedua speedboat ini, diketahui berlayar dari Sei Guntung tujuan ke Tembilahan dengan muatan rokok tanpa dilengkapi SPB dari pihak Syahbandar, maupun terhadap dokumen SB dan dokumen muatan.

Dijelaskan Direktur, awalnya diamankan satu speedboat Putra Sriwijaya yang di nahkodai Ju. Selanjutnya, sekitar pukul 00.45 WIB kembali dimankan speedboat Dayat Jaya yang dinahkodai Mu.

''Masing-masing muatan rokok ini 25 tim,'' sebut Badarudin.

Menurut keterangan kedua tersangka, penyelundupan rokok ilega baru kali pertama dilakukannya. Alasanya, karena tergiur upah Rp2 juta sekali antar.

''Pengakuannya, mereka berdua diupah masing-masing Rp2 juta,'' terang Badarudin.

Dugaan kuat, rokok ini berasal dari Kota Batam. Untuk dijual di Tembilahan, karena luas perairan pesisir timur ini sangat luas.

''Di Tembilahan itu ada ribuan pintu masuk. Bukan hanya pelabuhan tikus saja, tapi ada rumah warga yang belakangnya merapat speedboat tersebut,'' ujar Badarudin.

Pihaknya, sambung Badarudin, masih melakukan pengembangan jaringan peredaran rokok ilegal ini.

''Masih kita kembangkan. Sedangkan untuk kedua pelaku kita jerat pasal 323 (1) UU RI No.17/2008 ttg Pelayaran jo Pasal 480 (1) KUHPidana. Dengan ancaman kurungan 9 tahun,'' pungkasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook