Wartawan Korban Penganiayaan Sekuriti NWR Melapor ke Polda Riau

Rabu, 05 Februari 2020 - 19:25 WIB   [241 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Wartawan Korban Penganiayaan Sekuriti NWR Melapor ke Polda Riau

Indra Yoserizal berada di ruang SPKT Polda Riau

KORANMX.COM, PEKANBARU--Indra Yoserizal, Wartawan MNC Media terpaksa mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, guna melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa diri nya, Rabu (5/2/2020) sore. 

Didampingi rekan seprofesi nya, Fajar dari media Riaubook dan Yusri, dari Rajawali TV, jurnalis korban penganiayaan yang dilakukan oknum security PT Nusa Wana Raya (NWR) diterima petugas SPKT. 

Menurut Indra, sebelum mendapat penganiyaan sekuriti PT NWR. Ia dan beberapa awak media lainnya sedang merekam momen bentrokan antara masyarakat dan pihak sekuriti.

''Saat bentrokan pecah, saya sedang berada di antara masyarakat dan ratusan sekuriti,'' kata Indra.

Nah, begitu ia merekam momen sekuriti memukili warga. Beberapa sekuriti langsung memiting leher Indra, merampas kamera dan memukul serta menendang.

''Leher saya dipiting, dibawa ke pos sekuriti. kamera dirampas, wajah ditinju dan ditendang. Layaknya binatang,''  kata Indra, usai membuat laporan.

Sebelum penganiayaan di lokasi kejadian, Indra datang bersama rekan media lainnya pada pukul 10.00 WIB.

Ketika itu situasi sedang memanas, antara warga dengan security perusahaan NWR saling lempar batu hingga kemudian terjadi pengejaran oleh ratusan security NWR terhadap warga.

''Ketika itu saya sedang mendokumentasikan peristiwa, berlindung di areal perkebunan. Sudah saya jelaskan saya wartawan, tapi tetap dipukul dan kamera dirampas, dirusak juga,'' kata Indra.

Indra menjelaskan, saat itu dia sedang merekam aksi pemukulan oleh security NWR terhadap sejumlah warga yang berlarian.

''Saya merekam insiden penganiayaan oleh security NWR menggunakan tongkat kayu, dan juga melempari batu ke arah warga,'' kata Indra.

Indra menjelaskan, setelah sempat dianiaya, pihaknya juga sempat disekap oleh segerombolan security hingga diintervensi.

''Sampai sekarang kamera saya belum dikembalikan, padahal di sana tersimpan bukti rekaman penganiayaan security terhadap warga,'' kata Indra.

Humas Polres Pelalawan Iptu Edy yang ditemui di lokasi kejadian mengakui prihatin atas insiden yang menyebabkan luka jurnalis MNC Media.

''Kami sangat menyayangkan kejadian ini, dan saya berharap teman-teman pers lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya,'' kata dia.

Ketika peristiwa bentrok berlangsung, aparat kepolisian belum berada di lokasi kejadian.

Ratusan personel polisi baru tiba di lokasi setelah insiden bentrok mereda, namun hingga siang ini pukul 11.45 WIB situasi di Gondai masih mencekam.

Ratusan masyarakat terus berdatangan dengan membawa benda tumpul dan benda tajam.

''Kami tidak takut mati untuk mempertahankan kebun yang menjadi matapencaharian kami,'' kata Siti, seorang ibu pemilik kebun plasma di Desa Gondai.

Terpisah, menanggapi penganiayaan ini Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) disampaikan Yudi Saputra selaku pelaksana tugas (Plt) menegaskan, pihaknya mengecam tindakan pihak sekuriti dari PT NWR.

''Pastinya kami mengecam tindakan sekuriti PT NWR. Kami menilai tindakan itu seperti aksi preman,'' kata Yudi.

Saat peliputan, Indra kata Yudi, sudah memperlihatkan ID Card tanda seorang jurnalis.

'"Kami mendukung ditegakkannya proses hukum  oleh Polda Riau, dan kami juga sudah menunjuk seorang pengacara,'' tegas Yudi.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook