Ingatkan Daerah Rawan Karhutla, Jokowi : Kalau Ada Api Akan Ada Pencopotan

Kamis, 06 Februari 2020 - 16:15 WIB   [105 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Ingatkan Daerah Rawan Karhutla, Jokowi : Kalau Ada Api Akan Ada Pencopotan

Presiden RI, Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Riau, Syamsuar

KORANMX.COM, JAKARTA--Di hadapan Gubernur, Kapolda, Danrem seluruh Indonesia. Presiden RI, Ir Joko Widodo menegaskan, aturan sama seperti dulu. Jika muncul api, akan ada pencopotan.

Presiden dua periode ini menegaskan, aturan dalam karhutla belum berubah. Jika di suatu daerah terjadi kebakaran, lalu membesar, tidak bisa dikendalikan, maka Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolda, hingga Kapolres siap-siap untuk dicopot.

Menurut Presiden Jokowi, dipastikan bahwa karhutla 99 persen terjadi karena ulah manusia. Sementara 80 persen lahan yang sudah terbakar setelah itu menjadi kebun.

''Karena landclearing yang paling murah itu ya membakar. Makanya reward dan punishment harus ditegakkan. Siapapun pemiliknya,'' tegas Presiden pada Rakornas Penanggulangan Karhutla Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta (6/2/2020) kemarin.

Pertemuan ini diawali paparan dari Menko Polhukam Mahfud MD itu dihadiri para menteri terkait, para kepala daerah dari daerah-daerah rawan karhutla, Pangdam, Kapolda, Danrem hingga Dandim dan Kapolres.

Gubernur Riau Syamsuar hadir bersama Danrem 031/Wirabima, Kapolda Riau dan Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.

''Aturannya masih seperti dulu. Kalau ada api, lalu membesar, saya akan tanya, sudah dicopot belum,'' tegas Presiden dengan nada serius.

Presiden mengakui bahwa setiap tahun digelar rakornas karhutla. Namun nyatanya karhutla masih aja terjadi.

Sebelumnya, di tahun 2015 silam terjadi kebakaran cukup luas, lalu 2016 menurun, 2017 lebih kecil lagi. Tapi 2018 karhutla membesar lagi. Bahkan 2019 semakin meningkat. 

''Ini patut dipertanyakan, ada apa,'' tanya Presiden.

Sesuai data, 2015 hutan yang terbakar seluas 2.611.411 ha, 2016 turun jadi 438.363 ha. 2017 turun lagi jadi 165.484 ha. 2018 naik jadi 510.564 ha. Lalu 2019 meluas jadi 1.592.010 ha.

Presiden pada kesempatan itu mengingatkan daerah-daerah yang rawan karhutla seperti Riau, Aceh, Jambi, Sumut, Sumsel, Kalbar, Kalsel, Kalteng dan daerah lainnya. 

''Saya ingatkan, hati-hati,'' ucapnya.

Dalam mengantisipasi karhutla, Presiden meminta agar seluruh infrastruktur yang ada dimanfaatkan. Di Indonesia tersedia jaringan pemerintah hingga tingkat desa. Oleh karena itu semuanya harus bersinergi. TNI, Polri, Pemda hingga komponen masyarakat peduli karhutla harus bekerja secara bersama-sama.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook