Polda Kirim Dua Tersangka PT TI ke Kejati

Sabtu, 08 Februari 2020 - 06:30 WIB   [147 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Polda Kirim Dua Tersangka  PT TI ke Kejati


KORANMX.COM, PEKANBARU-- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Satgas Gakkum Karhutla) Polda Riau, melaksanakan tahap dua yakni menyerahkan Tersangka dan Barang Bukti usai berkas dinyatatakan lengkap oleh Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Riau, pada pukul 14.00 WIB (7/2/2020) kemarin.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto  mengatakan, ada tiga orang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau yang tergabung dalam Satgas Gakkum Polda Riau yang turut melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap dua) Kasus Tindak Pidana Korporasi Karhutla PT Teso Indah ke Tim Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Riau.  

''Kasus ini diproses atas dasar Laporan Polisi No: LP/464/X/2019/Riau/ditreskrimsus tanggal  15 oktober tahun 2019 yang lalu,'' ujar Sunarto. 
 
Faktanya, sebut Sunarto, dari hasil penyelidikan diketahui areal Perkebunan Kelapa sawit milik PT Teso Indah, yang terbakar berada di Estate Rantau Bakung Blok T18, T19 dan T20 seluas 31,81 Ha yang berbatasan dengan Suaka Alam Margasatwa Kerumutan dan terbakar di Blok N14, N15 dan N16 seluas 37,25 Ha di Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu.  

''Total areal lahan yang terbakar adalah seluas hampir 70 Hektar,''  katanya.

Dalam kasus karhutla ini, pihak perusahaan yakni Direktur Operasional / Kepala Kantor PT Teso Indah Ir Halim Kusuma menjadi tersangka korporasi. Kemudian, seorang lagi merupakan perorangan yakni Askep PT Tesso Indah yakni Sutrisno.

Penyelesaian penyelidikan, PT TI ini sebut Sunarto, sebagai bukti komitmen Polda Riau dalam penegakan hukum kasus karhutla yang ditangani secara profesional, baik pelaku perorangan maupun korporasi. 

''Polda Riau tentu akan tetap mengawal kasus ini hingga putusan pengadilan nanti,'' ujar Sunarto sambil menutup pembicaraan.

Awalnya, kasus kasus yang menyeret PT TI ini mulai diselidiki pada 25 September 2019 silam. Kemudian, diperiksa serta didatangkan ahli dan diuji lab. 

Selanjutnya, pada 15 Oktober naik sidik ke tingkat penyidikan, lalu gelar perkara pada Senin (11/11/2019) untuk penetapan tersangka. 

Lalu, pada Rabu (13/11/2019) silam, dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka PT TI yakni HK sebagai direktur operasional yang ditunjuk perusahaan sebagai tersangka.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook