Tersangka Korporasi Karhutla

Penyidik Polda Kirim Dua Pimpinan PT Teso Indah ke Jaksa

Sabtu, 08 Februari 2020 - 10:24 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Penyidik Polda Kirim Dua Pimpinan PT Teso Indah ke Jaksa

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto

KORANMX.COM, PEKANBARU--Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang tergabung dalam Satgas Gakkum Karhutla Polda Riau melaksanakan tahap dua, atas 2 tersangka korporasi dalam kasus Karhutla yakni PT Teso Indah, Jumat (7/2/2020) siang. 

Pengiriman berkas tersangka dan barang bukti (bb) dilakukan setelah jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Riau mengatakan berkas dinyatakan lengkap (P21).

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto  mengatakan, ada tiga penyidik Ditreskrimsus Polda Riau yang tergabung dalam Satgas Gakkum Polda Riau yang turut melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti dalam Kasus Tindak Pidana Korporasi Karhutla PT Teso Indah ke Team Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Riau.  

''Kasus ini diproses atas dasar Laporan Polisi No: LP/464/X/2019/Riau/ditreskrimsus tanggal  15 oktober tahun 2019 yang lalu,'' ujar Sunarto. 
 
Faktanya, sebut Sunarto, dari hasil penyelidikan diketahui areal perkebunan kelapa sawit milik PT Teso Indah, yang terbakar berada di Estate Rantau Bakung Blok T18, T19 dan T20 seluas 31,81 Ha yang berbatasan dengan Suaka Alam Margasatwa Kerumutan. 

Kebakaran juga terjadi di Blok N14, N15 dan N16 seluas 37,25 Ha di Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu.  

''Total areal lahan yang terbakar adalah seluas hampir 70 Hektar,''  

Dalam kasus Karhutla ini, pihak perusahaan mewakilkan Direktur Operasional / Kepala Kantor PT Teso Indah,  Ir Halim Kusuma sebagai tersangka korporasi. Kemudian, seorang lagi merupakan perorangan yakni Askep PT Tesso Indah yakni Sutrisno.

Penyelesaian penyelidikan, PT TI ini sebut Sunarto, sebagai bukti komitmen Polda Riau dalam penegakan hukum kasus karhutla yang ditangani secara profesional, baik pelaku perorangan maupun korporasi. 

''Polda Riau tentu akan tetap mengawal kasus ini hingga putusan pengadilan nanti,'' ujar Sunarto sambil menutup pembicaraan.

Awalnya, kasus kasus yang menyeret PT TI ini mulai diselidiki pada 25 September 2019 silam. Kemudian, diperiksa serta didatangkan ahli dan diuji lab. 

Selanjutnya, pada 15 Oktober naik sidik ke tingkat penyidikan, lalu gelar perkara pada Senin (11/11) untuk penetapan tersangka. 

Lalu, pada Rabu (13/11) silam, dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka PT TI yakni HK sebagai direktur operasional yang ditunjuk perusahaan sebagai tersangka.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook