35 Kg Sabu Asal Malaysia Disimpan di Body Speedboat Modifikasi

Minggu, 09 Februari 2020 - 15:24 WIB   [136 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

35 Kg Sabu Asal Malaysia Disimpan di Body Speedboat Modifikasi

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memimpin gelar ekspose

KORANMX.COM, PEKANBARU--Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memimpin press rilis, pengungkapan Narkoba 35 Kilogram di Loby Mapolda Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Ahad (9/2/2020) siang.

Untuk mengelabui petugas, pelaku menyisipkan sabu di body Speedboat yang dimodifikasi. Sehingga tampak seperti tidak membawa apa-apa.

''Sabu disimpan di dalam body Speedboat. Tujuannya untuk mengelabui petugas,'' kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Dua pelaku yang diamankan, berinisial MA (31) tahun, pekerjaan Nelayan dan AB (25) tahun, pekerja swasta.

''Kedua orang ini merupakan transporter yakni menjemput sabu ke laut dan mengantarkan ke darat,'' ungkap Agung.

Agung menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat di sekitar pantai Kota Dumai. Tepatnya di pelabuhan rakyat akan adanya kegiatan keluar masuk Speedboat yang mencurigakan. 

Menindaklanjutinya, Tim Tiger yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Suhirman langsung melakukan penyelidikan. 

''Penyelidikan intensif dilakukan sejak 10 hari sebelum ditangkap,''  kata Kapolda.

Hasilnya, pada Rabu (5/2/2020) pagi, tim mendapatkan informasi yang lebih spesifik tentang kendaraan laut yang digunakan. Selanjutnya tim melakukan pengintaian di Pelabuhan Rakyat Nerbit Besar, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

''Sorenya sekitar pukul 16.40 WIB, di temukan Speedboat yang dicurigai berwarna biru. Di atasnya ada dua orang inisial MA dan AB,'' sebut Kapolda. 

Saat diinterogasi cepat, keduanya mengaku sabu disimpan di dalam body Speed Boat yang dimodifikasi secara permanen.

''Body Boat yang kita bongkar, ditemukan 21 kilogram di bagian kanan dan 14 kilogran dibagian kiri. Totalnya 35 kilogram,'' terang Agung.

Selain sabu, juga ditemukan sebanyak 36 botol cairan vape yang berada di dalam satu kemasan.

''Untuk cairan diduga vape ini, akan kita uji di Lab. Karena kita curigai merupakan sabu cair,'' ujar Agung.

Saat pemeriksan terhadap MA dan AB, mereka mengakui puluhan paket sabu itu berasal dari Negara Malaysia.

''MA mengaku ia disuruh S DPO bekerja sebagai becak laut. Dengan upah Rp5 juta perpaket,'' sebut perwira bintang dua ini.

Setelah sepakat, S lalu menghubungi penyedia barang yang berada di Malaysia, untuk mengirim paket ke Indonesia.

Teknis pelaksanaanya, DPO S menghubungi tersangka MA untuk menjemput menggunakan yakni 'satu cincin berlian dan 3 batu alam' dan meminta bertemu becak laut warga Malaysia.
 
''Jadi transporter ini bertemu di Pantai Tanjung Medang, Teluk Rhu, Pulau Rupat. Dengan dua warga Malaysia, setelah bertemu MA ditanyakan mana cincin?,'' tutur Kapolda.

Setelah diperlihatan cincin yang dimaksud, dua warga Malaysia langsung menyerahkan speedboat berisikan sabu untuk dibawa ke Kota Dumai.

''Tujuannya agar tidak salah orang untuk penyerahan Speedboat ini,'' kata Agung.

Proses selanjutnya, MA dan AB mengambil alih Speedboat tersebut untuk dibawa ke Pelabuhan 9, kota Dumai. Sedangkan si BCL asal WN Malaysia kembali ke Malaysia menggunakan Speed lain yang sudah disediakan S (DPO).

''Pembayaran dijanjikan setelah menyerahkan sabu kepada orang yang sudah menunggu di Pelabuhan Rakyat, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai,'' ungkap Kapolda.

Aksi MA dan AB menjalankan modus operandi, yakni sabu dengan cara menyimpan di dalam Body Speed Boat secara permanen sehingga tidak tampak sama sekali tanda-tanda adanya barang haram tersebut.

''Keduanya mengaku baru dua kali,'' ujar Agung.

Sedangkan, waktu pengiriman yang pertama bulan Januari 2020, sebanyak 3 Kilogram sabu yang diserahkan kepada HS dan ZH, Rabu (21/1) pagi sekitar pukul 7.30 WIB di depan Mapolsek Kandis.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook