KM Nusantara V Pengangkut 791 Kayu Olahan Diduga Ilegal Ditangkap

Senin, 10 Februari 2020 - 17:56 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

KM Nusantara V Pengangkut 791 Kayu Olahan Diduga Ilegal Ditangkap


KORANMX.COM, SELATPANJANG--Unit II Tipidter Satreskrim Polres Kepulauan Meranti dan Satuan Polisi Air Polres Kepulauan Meranti mengamankan satu unit Kapal Motor (KM) Nusantara 5. Karena mengangkut kayu diduga ilegal. 

Dari hasil olah TKP petugas, kapal didata mengangkit muatan kayu olahan berbentuk balok tim sebanyak lebih kurang 791 batang.

Hasil introgasi dua pelaku yang diamankan, ratusan kayu olahan ini rencananya akan dibawa ke Batam, Kepulauan Riau.

Dua pelaku yang diamankan, masing-masing bertindak sebagai Je (46) dan Sa (44) selaku kapten Kapal KM Nusantara 5.

Informasi yang dirangkum koranmx.com, KM Nusantara 5 ini ditangkap berawal dari informasi masyarakat yang didapat Unit II Tipidter Satreskrim Polres Kep Meranti dan Satuan Polisi Air Polres Kepulauan Meranti, di hari Selasa (4/2/2020) dinihari sekitar pukul 00.15 WIB.

Laporan yang diterima, dikabarkan akan ada kapal motor memuat kayu berbentuk balok tim diduga illegal logging di perairan Desa Lukit Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti di perairan Desa Lukit Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Setelah dipastikan, petugas langsung menuju ke lokasi, Selasa (4/2/2020) sore sekitar pukul 18.30 WIB.

Hasil olah TKP, ABK mengakui kapal itu bermuatan kayu olahan berbentuk balok tim sebanyak lebih kurang 791 batang.

Keesokan harinya, Rabu (5/2/2020) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB KM Nusantara 5 menuju Selatpanjang dan tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Sehingga langsung dilakukan pemeriksaan terhadap kapten dan ABK kapal.

Tak lama kemudian, Je orang yang mengurus kayu datang sambil membawa dokumen berupa nota angkutan kayu jenis Mahang.

Dari keterangan Je ini, Unit Tipiter langsung melakukan pengambilan 11 potongan sample terhadap kayu yang dimuat oleh KM Nusantara 5, untuk dilakukan pemeriksaan sampel oleh BPHP wilayah III di Pekanbaru.

Hasilnya, Jumat (7/2/2020), dari pemeriksaan sample potongan kayu di BPHP unit Tipiter Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti dan Subdit Tipiter Ditkrimsus Polda Riau, dipastikan bahwa sample kayu tersebut bukan kayu budidaya masyarakat. Melainkan kayu alam di mana dalam pengurusan dokumen ataupun ijin pengangkutan tidak sesuai. 

Untuk memastikannya, saksi ahli BPHP wilayah III Riau menuju Selatpanjang untuk melakukan penghitungan dan jenis kayu yang dimuat oleh KM Nusantaran 5 tersebut.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto SIK mengatakan, kasusnya sudah ditangani  Polres Meranti.

''Ada dua pelaku yang diamankan, masing-masing orang yang mengurus dan nahkoda kapal,'' singkat mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Utara ini.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook