Tindaklanjut Arahan Presiden

Pemkab Inhu Gelar Rapat Awal Penetapan Status Siaga Karhutla

Senin, 10 Februari 2020 - 19:23 WIB   [37 Klik]
Redaktur : Raja Mirza

Pemkab Inhu Gelar Rapat Awal Penetapan Status Siaga Karhutla


KORANMX.COM, INHU--Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu menggelar rapat koordinasi (Rakor) pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Berlangsung di Ruang Narasinga Kantor Bupati Inhu, Senin (10/2/2020). 

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo pada saat Rakornas Penanggulangan Bencana 2020 di SICC, Bogor 4 Februari 2020 lalu. 

Dipimpin langsung oleh Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto SE dan diikuti oleh para Kepala OPD dan pihak terkait. Seperti Dinas KPBD, Satpol PP, Dinas Pertanian, Dinas Kominfo, Dinas PUPR, Kesbangpol, Pemdes, Lingkungan Hidup, dan Polres Inhu. 

Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto dalam arahannya menyampaikan untuk memperhatikan arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat melaksanakan Rakornas. 

Rapat kali ini menurut bupati adalah rapat awal untuk pembuatan SK status siaga darurat Karhutla di Kabupaten Inhu. Dirinya berharap setelah ini tidak ada lagi laporan kekurangan fasilitas di lapangan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Inhu, Ir Selamat MM yang ikut dalam Rakornas di Bogor menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo dalam arahannya menekankan kepada tiga unsur yaitu TNI, Polri, dan kepala daerah untuk saling bahu-membahu dalam menanggulangi Karhutla. 

Ada beberapa poin yang disampaikan oleh presiden, terang Selamat yakni seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah saling bersinergi, setiap gubernur, bupati, dan wali kota harus menyusun rencana kontinjensi, penanggulangan bencana harus dilakukan dengan pendekatan kolaboratif. 

Pemerintah pusat dan daerah harus meningkatkan kepemimpinan dan SDA dalam penanggulangan karhutla. Panglima TNI dan Kapolri ikut turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla.

Sementara Kapolres Inhu, AKBP Efrizal dalam sambutannya menyampaikan pihaknya akan sekuat tenaga mencegah terjadinya karhutla di Inhu. 

Bahkan, dirinya berkomitmen siap dipecat dari jabatannya apabila terjadi karhutla di Inhu sesuai dengan yang disampaikan oleh presiden. 

Efrizal menambahkan, Polda Riau telah membuat aplikasi Lancang Kuning yang memonitor adanya titik api di wilayah Riau, dengan aplikasi ini akan memudahkan pencegahan karhutla. "Kita berharap kedepan setelah adanya SK status siaga darurat karhutla ini perlu juga perencanaan aksi yang akan dilakukan," pungkasnya.(rls) 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook