Polda Terus Usut Kasus Dugaan Penganiayaan Jurnalis MNC Media

Selasa, 11 Februari 2020 - 19:24 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Polda Terus Usut Kasus Dugaan Penganiayaan Jurnalis MNC Media

Korban, Indra Yoserizal saat melapor ke Polda Riau

KORANMX.COM, PEKANBARU--Proses hukum kasus penganiayaan sekuriti PT NWR terhadap wartawan MNC Media, Indra Yoserizal masih terus diusut. Perkara itu ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Hady Poerwanto mengatakan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang berada di lokasi.

''Kita masih periksa saksi-saksi yang ada di lokasi, saat penganiayaan itu terjadi,'' kata Hady Poerwanto, Selasa (11/2/2020). 

Hady menyebutkan, diteruskannya proses penanganan laporan yang dilaporkan Indra pada 5 Februari 2020 kemarin itu. Bertujuan memberikan kepastian hukum.

''Untuk laporan ini kan harus ada kepastian hukum,'' tegas Hady.

Untuk diketahui, setelah mengalami penganiayaan pada Rabu (5/2/2020) pagi. Sorennya, Indra langsung melaporkan kasus yang menimpanya itu ke Polda Riau dengan Nomor laporan STPL/69/II/2020/SPKT/Riau.

Indra melaporkan oknum sekuriti PT Nusa Wana Raya (NWR) yang melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sesuai Pasal 170 dan 460 KUHPidana.

Sementara Humas PT NWR, Abdul Hadi mengaku tidak mengetahui adanya proses pemeriksaan yang dilakukan Polda Riau. 

''Manajemen pengelolaan sekuriti berbeda dengan perusahaan. Mungkin fakta dari penyidik lah yang lebih pasti,'' kata Abdul Hadi.

Menurutnya, pihak perusahaan yang bergerak dalam usaha Hutan Tanaman Industri (HTI) itu juga belum ada yang dimintai keterangan. 

''Saya rasa belum ada,'' kata Abdul Hadi.

Sebelumnya, Indra mengaku telah memaafkan para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Kendati begitu, dia menegaskan bahwa proses hukum tetap berlanjut.

''Secara pribadi saya sudah memaafkan pelaku, namun karena ini kan terkait profesi kita sebagai wartawan juga,'' katanya.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap jurnalis Indra Yoserizal terjadi pada pekan lalu saat dirinya melakukan tugas peliputan ke Desa Gondai, Pelalawan. Dia mengaku diserang oleh sejumlah orang yang diduga adalah sekuriti perusahaan dan kameranya dirampas.

Padahal, saat itu Indra mengatakan telah melengkapi diri dengan identitas pengenal sebagai jurnalis salah satu stasiun televisi nasional. Saat tengah menyorot gambar sejumlah warga yang mendapat kekerasan karena menolak eksekusi, tiba-tiba dia didatangi sejumlah sekuriti PT NWR.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook