Langkah Pencegahan, Gubri Tetapkan Siaga Darurat Karhutla Hingga Oktober

Rabu, 12 Februari 2020 - 13:24 WIB   [51 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Langkah Pencegahan, Gubri Tetapkan Siaga Darurat Karhutla Hingga Oktober


KORANMX.COM, PEKANBARU--Bertempat di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Selasa (11/2/2020) malam. Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), untuk seluruh Provinsi Riau.

Gubri yang juga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla ini, mengatakan, pertimbangan penetapan ini sesuai arahan presiden Jokowi.

''Kemarin saat diundang rapat di istana presiden meminta daerah yang rawan terjadi Karhutla melaukan deteksi dini sebagai bagian upaya pencegahan Karhutla,'' ungkap Syamsuar.

Pertimbangan lainnya, sebut Syamsuar, karena tiga Kabupaten di Riau telah menetapkan status siaga Karhutla yakni oleh Kabupaten Siak, Bengkalis dan Kota Dumai.

 Dengan rincian Bengkalis, SK Bupati nomor 88/Kpts/I/2020 terhitung 22 Januari - 31 Juli. Siak, SK Bupati nomor 230/HK/Kpts/2020, terhitung 31 Januari-30 April. Kemudian, Dumai SK Walikota nomor 139/BPBD/2020 terhitung 3 Februari-3 Mei.

''Dengan penetapan status ini agar langkah pencegahan dan penanggulangan bisa dilakukan lebih awal. Maka malam ini status siaga darurat bencana Karhutla di Riau kita tetapkan,'' kata Gubri.

Mantan Bupati Siak dua periode ini mengatakan, penetapan ini akan berakhir pada Sabtu (31/10/2020) mendatang.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, total lahan yang sudah terbakar yakni 271,1 hektar. Terbesar terjadi di Siak 98,47 hektar dan Bengkalis 60,90 hektar, Dumai 31,85 hektar.

Artinya, kata mantan Plt Walikota Pekanbaru ini sejak awal bulan tahun 2020 ini sudah terdeteksi beberapa titik panas (hotspot) dan titik api (fire spot). 

''Titik itu terutama terdapat di bagian Utara seperti Bangkalis, Dumai, Siak, dan Meranti,'' terang Edwar Sanger.

Selain pertimbangan di tiga daerah tersebut, pertimbangan lainnya, karena di sebagian wilayah lainnya di Riau sudah mulai mengalami minimnya curah hujan. 

''Ke khawatirannya, potensi Karhutla akan besar. Apa lagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau di Riau tahun ini lebih panjang dibanding tahun sebelumnya,'' sebut Edwar Sanger.

Dipaparkannya, untuk luasan lahan terbakar di tiga daerah paling dominan terjadi di Siak, Bengkalis dan Dumai, dibanding wilayah lainnya di Riau. Dimana papar Edwar, sudah terdeteksi hot spot dan fire spot. Luasan daerah terbakar sampai saat ini sudah mencapai 271,1 hektar. 

Untuk di wilayah lainnya di Indragiri Hilir terbakar seluas 42,10 hektar, Kepulauan Meranti 5,5 hektar, Indragiri Hulu 21,50 hektar, Pelalawan 5 hektar, Pekanbaru 3 hektar, Kampar 2,5 hektar, Rokan Hilir 0,25 hektar. Sementara Rokan Hulu dan Kuantan Singingi dilaporkan masih nihil Karhutla.

Hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangam Bencana Nasional (BNPB) Harmensyah. Kemudian Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma Ronny Irianto Moningka, Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno.

Gubernur mengatakan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz akan datang ke Riau, Rabu (12/2/2020) sore. Dalam rangka memberikan pengarahan kepada Satgas.

Selain itu, ribuan personel TNI-Polri dan mahasiswa serta masyarakat peduli api akan diterjunkan ke lokasi.

''Nantinya akan ada pengerahan pasukan, untuk mengantisipasi dini Karhutla di Riau,'' sebut Syamsuar.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook