Rumah Terbakar, Pria Gangguan Jiwa Tewas Terpanggang Dalam Pasungan

Rabu, 12 Februari 2020 - 17:59 WIB   [131 Klik]
Reporter : Nur Afni Domo
Redaktur : Raja Mirza

Rumah Terbakar, Pria Gangguan Jiwa Tewas Terpanggang Dalam Pasungan


KORANMX.COM, BANGKINANG--Nasib tragis dialami Jamaludin (33), pria penderita gangguan jiwa harus meregang nyawa dalam kondisi terpasung. Saat rumahnya, di Desa Pulau Rambai, Kampar Timur, Kabupaten Kampar terbakar, Rabu (12/2/2020) pagi. 

Yesi, salah seorang warga sekitar mengaku mengetahui kejadian saat ia melintas depan rumah korban. "Saat itu saya lewat, sudah melihat asap membumbung kelangit, orang sudah ramai yang datang," ucapnya. 

Namun kata dia, kala itu rumah terlihat sepi seperti tidak ada penghuni. 

Korban lanjut Yesi, sudah lama menderita sakit, dipasung lantaran sering mengamuk dan ingin membunuh keluarganya. 

"Korban sudah 10 tahun terakhir sakit. Dipasung lantaran takut mengamuk dan mengganggu orang. Kalau orang tuanya pergi menderes karet, korban dipasung. Setelah pulang baru dilepas," terangnya. 

Kapolres Kampar AKBP M Kholik melalui Kabag Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. "Kejadiannya pukul 08.00 WIB, saat ibu kandung korban, Tiopa (68) pergi menderes karet," ucap Deni Yusra. 

Saat itu lanjut Deni, kakak korban Siti Jamilah pergi megajar di Pesantren Islamic Center Kampa sehingga korban tinggal sendirian di rumah dalam kondisi dipasung. 

"Sekira pukul 10.00 WIB, saksi Zainal yang merupakan tetangga korban melihat api sudah besar. Saat itu saksi langsung memberi tahu ketua RT dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kampar," sebutnya. 

Api dapat dipadamkan satu jam kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah tiga unit mobil Damkar tiba di lokasi kejadian. "Saat api sudah padam kita melihat jasad korban di dalam kamar dengan kaki terpasung," ucapnya. 

Sementara abang kandung korban, Dison (47) mengaku adiknya (korban) sudah rutin dibawa berobat ke rumah sakit jiwa. "Hari Minggu (9/2/2020) kemarin dia (korban) sempat mengamuk lagi. Saya sempat dipukul pakai kayu hingga mengalami luka di bagian bibir dan wajah," ucapnya. 

"Keluarga sepakat untuk memasung korban dikarenakan korban masih mengamuk dan ingin membunuh kakak dan ibunya," sambungnya. 

Saat ini jasad korban sudah diserahkan kepihak keluarga dan menolak untuk dilakukan visum serta tidak membuat laporan polisi. 

Akibat kejadian itu, satu orang korban meninggal dunia. Sementara kerugian materil (Rumah permanen ukuran 8m x 13  meter, isi perabotan rumah dan surat2 berharga ) ditaksir mencapai Rp 200 juta. "Penyebab kebakaran masih kita selidiki," pangkas Deni Yusra. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook