Tubuh Remuk, Karyawan PT GSP Subcon PT HKI Tewas Ditimpa Crane

Kamis, 13 Februari 2020 - 10:20 WIB   [126 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Tubuh Remuk, Karyawan PT GSP Subcon PT HKI Tewas Ditimpa Crane


KORANMX.COM, PEKANBARU--Karyawan PT Grant Surya Pondasi, Subkontraktor bernama Apriyanto Damanik tewas mengenaskan, akibat tertimpa alat berat cran, Senin (10/2/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Pria 23 tahun ini tewas dengan kondisi remuk dan patah di beberapa bagian tubuhnya. 

Dari sebaran video di group WhatssApp, pada bagian kaki dan tangan korban mengalami patah. Di sekitar korban, tampak darah segar menumpuk di atas tanah.

Peristiwa ini terjadi di proyek pembangunan Jalan Tol Sumatera STA 74 Sesi Pekanbaru-Dumai (pekdum) 4B Desa Pinggir Kecamatan Pinggir.

"Kecelakaan kerja ini mengakibatkan korban tewas di tempat,'' kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Kamis (13/2/2020) siang.

Peristiwa ini kata Sunarto, baru dilaporkan pada Rabu (12/2/2020) dengan tempat kejadian di proyek pembanguan Jalan Tol Sumatera STA 74 Seksi Pekanbaru-Dumai (pekdum) 4B Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir.

Kejadian bermula Senin (10/2/2020) sekitar pukul 17.00 WIB, saat pihak PT Grant Surya Pondasi memobilisasi alat crane dari pekdum 1 menuju lokasi pekerjaan di pekdum 4B. 

Setibanya di TKP tanpa sepengetahuan dari pihak PT HKI,  pihak PT Grant Surya Pondasi merakit atau menginstal alat crane. Sehingga tidak diselenggarakan bersama oleh pihak PT HKI, vendor, konsultan dan pemilik pekerjaan untuk menilai kelayakan alat crane yang akan bekerja tersebut.

Namun, sebelum dilakukan inspeksi, alat disetting oleh korban. Disaat yang bersamaan korban yang sedang bekerja, tiba-tiba alat crane terjatuh dari atas menimpa korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
  
Selanjutnya pihak PT Grant Surya Pondasi melakukan evakuasi korban, mengangkat alat crane yang menimpa korban dan membawa korban dengan menggunakan mobil ambulance ke Onan Runggu Samosir untuk diserahkan kepada keluarganya dan dikebumikan di kampung halamannya.

'"Pasca dilaporkan, Polisi langsung melakukan olah TKP. Kemudian meminta keterangan sejumlah saksi mata,'' kata Sunarto.

Menanggapi kecelakaan kerja ini. PT Hutama Karya menyampaikan duka cita atas musibah tersebut.

Hal ini disampaikan sekretaris Perusahaan PT HKI, Alfa Haga Rachmady PT Hutama Karya (Persero) selaku pengembang Jalan Tol Trans 
Sumatera (JTTS) menyampaikan duka cita atas kecelakaan yang terjadi di proyek pembangunan JTTS Ruas Pekanbaru-Dumai. 

''Korban merupakan pekerja sub-kontraktor PT Grant Surya Pondasi (PT GSP),'' terang Alfa.

Menurut Alfa, PT (HKI) selaku kontraktor pelaksana pembangunan jalan tol ini telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib dan bersama-sama telah melakukan investigasi lebih lanjut. 

''Mengutip informasi dari HKI, saat ini HKI sedang menanti
investigasi dari Disnaker Provinsi Riau terkait hal tersebut,'' ungkap dia.

Alfa Haga Rachmady, menyampaikan kronologi singkat kecelakaan. ''Perlu kami sampaikan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di lokasi proyek yang sedang dikerjakan oleh HKI, dimana berawal dari PT Grant Surya Pondasi (PT GSP) yang hendak memobilisasi alat menuju lokasi pekerjaan,'' katanya. 

Sesuai prosedur quality dan keselamatan HKI, sebelum proses mobilisasi tersebut diwajibkan untuk dilakukan inspeksi bersama oleh HKI, vendor, konsultan dan pemilik pekerjaan untuk menilai kelayakan alat yang akan bekerja. Namun sebelum inspeksi tersebut dilakukan, alat di-setting
oleh korban dan terjadilah kejadian yang tidak diinginkan tersebut, terang Alfa.

Hutama Karya sebagai BUMN yang bergerak di industri pengembangan infrastruktur menaruh perhatian lebih pada aspek keselamatan kerja. 

''Kami sangat concern dengan penerapan K3 pada setiap lingkungan kerja di Hutama Karya baik di kantor pusat maupun di proyek, terutama di proyek strategis nasional yang melibatkan banyak pihak,''' ujarnya. 

Misi kami menciptakan safety culture di lingkungan perusahaan. ''Tentu dengan kejadian ini kami akan meminta kontraktor yang terlibat dengan proyek ini untuk mengevaluasi kembali prosedur kerja yang diterapkan oleh vendor/sub-kontraktor mereka,'' jelas Muhammad Fauzan, SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Lebih lanjut Fauzan menyampaikan bahwa Hutama Karya akan transparan dalam menyampaikan perkembangan terkini dari kejadian kecelakaan ini.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook