Tiga Kurir Perdagangan Kulit Harimau Sumatera Diringkus di Pasir Penyu

Minggu, 16 Februari 2020 - 09:06 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Tiga Kurir Perdagangan Kulit Harimau Sumatera Diringkus di Pasir Penyu


KORANMX.COM, PEKANBARU – Polda Riau kembali mengungkap jaringan perdagangan organ harimau.  Tiga orang yang menjadi kurir ditangkap  di Jalan Arjuna Dusun IV RT/RW 002/091 Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Sabtu (15/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Sunarto menyebutkan, ketiga pelaku membawa bagian tubuh dari harimau sumatera (panthera tigris sumatrea) yang sudah mati. Organ harimau sumatera tersebut antara lain satu lembar kulit, empat taring, dan satu karung berisi tulang-belulang harimau yang  disimpan dalam plastik dan karung. 

"Tim menerima informasi jual beli bagian tubuh harimau sumatera Jumat lalu, 14 Februari 2020. Ketiga tersangka membawa bagian tubuh harimau sumatera dari daerah Muara Tebo, Jambi menggunakan mobil Toyota Avanza nopol D 1606 ABK," kata  Kombes Sunarto.
 
Kabid Humas menjelaskan, ketiga pelaku mengaku akan mengantarkan bagian tubuh harimau tersebut kepada seseorang di daerah Air Molek, Inhu. Ketiga tersangka, MN Bin KR (45), warga Desa Balai Rajo, Kecamatan Tujuh Ilir, Tebo, Jambi, RT (57), warga Jorong Koto Baru, Desa Sisawah, Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat dan AT (43) Desa Seresam, Siberida, Inhu, Riau. Ketiganya bertugas mengantar kulit dan tulang harimau dari Tebo Jambi oleh eksekutor berinisial AT (DPO) dengan upah Rp2 juta. Selanjutnya akan diserahkan kepada seseorang berinisial HN (DPO) di Air Molek,  Inhu. 

"Ketiga tersangka kita amankan dan dibawa bersama barang bukti ke Mapolda Riau guna penyidikan lebih lanjut," pungkas Sunarto.

Maraknya praktek perdagangan illegal kulit dan organ harimau sumatera, kata Sunarto karena tingginya harga jual organ harimau di pasar gelap. Selembar kulit harimau bisa dijual dengan harga sekitar Rp30 juta sampai Rp80 juta, taring harimau bisa dihargai Rp500 ribu sampai Rp1 juta per buah, dan tulang harimau laku Rp2 juta per kilo di pasar gelap.

Harga tinggi itu disinyalir menjadi alasan para penyelundup untuk nekat melakukan aksi kejahatannya. Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional, tegasnya, akan menghentikan kejahatan penyelundupan satwa tersebut, mengingat satwa itu sudah dalam kategori terancam punah. 

"Ini bentuk kejahatan terorganisir dengan sistem terputus. Satu dengan lainnya memiliki tugas dan perannya masing-masing. Polda Riau akan terus perangi dan ungkap perdagangan illegal ini," tegasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook