Demo Ribuan Massa Tuntut Polda Tahan Plt Bupati Bengkalis

Selasa, 18 Februari 2020 - 18:52 WIB  
Reporter : Handana
Redaktur : Oce E Satria

Demo Ribuan Massa Tuntut Polda Tahan Plt Bupati Bengkalis


KORANMX.COM, PEKANBARU – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi–Riau (AMMAN-R) menggelar aksi damai di dua titik yaitu di depan Diskrimsus Polda Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau, Pekanbaru Selasa (18/2/2019).

Ribuan massa AMMAN–R  menuntut agar Plt Bupati Bengkalis H Muhammad segera ditangkap  dan ditahan setelah ditetapkan oleh Polda Riau sebagai tersangka dan menuntut kepada Gubernur Riau agar SK penunjukan Plt agar segera dicabut.

Koordinator Umum (Kordum) AMMAN-R, Alky mengatakan Penanganan kasus korupsi pembangunan pipa transmisi PDAM yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir pada Tahun 2013 yang telah menyeret nama H Muhammad  yang sekarang menjabat sebagai Plt Bupati Bengkalis.

“Kami menilai Plt Bupati Bengkalis H Muhammad sebagai tersangka tidak ada menghargai pihak penyelidikan karena sudah dua kali dipanggil yang bersangkutan tidak hadir,” kata Kordum AMMAN-R Alky kepada Koranmx.com.

Ditambahkan Alky, persoalan yang menyangkut H Muhammad tersebut telah lama lama santer di Provinsi Riau namun ternyata Gubernur Riau diduga telah gegabah menyurati yang bersangkutan sebagai Plt Bupati Bengkalis.

“Kami meminta kepada Gubernur Riau jangan ada mengintervensi atas penahanan saudara H Muhammad,” tegasnya.

Massa AMMAN-R juga menduga  H Muhammad dibackup oleh oknum Anggota DPR, oknum Kejati Riau dan  oknum di Mabes Polri atas lambatnya proses hukum korupsi pipa transmisi PDAM di Kabupaten Indragiri hilir.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Kapolri kiranya tidak membiarkan Kabupaten Bengkalis  dipermalukan dengan keadaan Plt Bupati Bengkalis yang menyandang status Tersangka saudara H. Muhammad segara tahan yang bersangkutan agar negeri yang kami cintai ini bebas dari pemimpin koruptor,” tuturnya.

Kasubdit III Tipikor Reskrimsus Polda Riau, Kompol Pangucap Priyo ketika menjumpai massa yang menggelar unjuk rasa di Jalan Gajah Mada mengatakan, pihaknya akan melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai dengan yang diamanahkan negara.

“Mekanismenya, kami akan membuat surat perintah membawa terhadap yang bersangkutan (jemput paksa Muhammad,red),” ungkap Pangucap.

Lanjut Pangucap, pihaknya memastikan bekerja secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian, dalam penegakan hukum tidak pandang buluh dan tidak melihat latar belakang orang-orang yang diproses Kepolisian.

“Saya pastikan, kami bekerja seprofesional mungkin sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” sebutnya.

Sementara itu Perwakilan Kejati Riau Hasibuan mengutarakan pihaknya berterimakasih kepada seluruh massa aksi yang telah mendukung dalam melakukan penyelidikan kasus yang melibatkan H Muhammad.

“Kami pihak Kejati Riau telah menerima SPDP dari Polda Riau dan saat ini kami sedang menunggu berkas selanjutnya dari penyedik bagaimana perkembangan dari kasus tersebut, pihak Kejati Riau juga meminta waktu paling lambat 2 Minggu atas penanganan kasus ini,” pungkasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook