LIRA: Penerima BPNT Kampar Bayar Rp35 Ribu untuk 15 Butir Telur, Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 22 Februari 2020 - 21:20 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

LIRA: Penerima BPNT Kampar Bayar Rp35 Ribu untuk 15 Butir Telur, Siapa Bertanggung Jawab?


KORANMX.COM, KAMPAR -- Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kampar, mempertanyakan dugaan penggelapan telur untuk orang miskin penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Kampar di Tahun 2019.

"Kita mempertanyakan pihak yang bertanggungjawab dalam penggelapan telur ini. Tentunya sudah ada kordinasi dilakukan. Sehingga penerima BPNT Kampar, hanya menerima 15 butir telur, " kata Ketua LIRA Kampar, Ali Halawa, Sabtu (22/2/2020).

Lanjut Ali Halawa, bayangkan saja, untuk telur sebanyak 15 butir itu, penerima BPNT harus membayar Rp35.000. Berarti kalau harga 1 papannya bisa Rp70.000. "Mahal sekali harga telurnya? Sejak kapan harga telur naik," katanya heran.

Jadi dengan masalah ini, menurutnya perlu aparat hukum yang turun tangan untuk menindaklanjutinya. Karena uang BPNT  itu berasal dari pemerintah pusat. "Sebenarnya ini termasuk ranah korupsi bukan penggelapan," jelasnya.

Sebelumnya pemilik E-Warong, menyebutkan,  pemberian telur 15 butir itu berdasarkan kesepakatan dalam rapat. Di mana orang bernama Abdul Mutalib mengaku dari Dinas Sosial (Dinsos) Kampar, mengaku untuk telur dirinya sebagai pemasoknya. 

"Kami mentransfer uang sebesar Rp35.000, kepada Abdul Mutalib. Sedangkan telur dibagikan 15 butir bagi penerima KPM," kata sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Ia menceritakan saat rapat tersebut ada yang bertanya. Namun Abdul Mutalib yang mengaku dari Dinas Sosial Kampar, menyampaikan bilang saja itu rekomendasi dari Dinas. "Jadi, saya hanya mengikuti instruksi hanya sekali saja. Karena ini bahaya sekali bagi kami," jelasnya.  Rapat tersebut, katanya, dilakukan dekat cafe di depan SPBU.

Mengenai rapat pada saat itu, ada Kordinator PKH Kampar, Elkis,  sama sekali tidak ada membantah mengenai pemberian telur sebanyak 15 butir terhadap BPNT. "Sehingga dari dampak masalah tersebut, dirinya juga dihapus dari list E-Warong," tuturnya.

Sedangkan Kordinator PKH Kampar, Elkis, mengatakan kalau dia tidak pernah ikut rapat mengenai telur tersebut. "Saya tidak tahu dan tidak pernah ikut rapat," ungkapnya, Jumat (21/2/2020) kemarin.

Lanjutnya, mengenai BPNT tahun 2019 sudah dilakukan audit oleh BPK. Jadi kita tunggu saja hasil auditnya. "Kalau memang ada temuan kita tunggu saja hasil auditnya," sebutnya.

Sedangkan mengenai tugasnya selaku PKH, hanya memantau saja. Jadi, bukan bertugas sebagai penyalur. "Jadi mengenai pendistribusian  telor itu bisa ditanyakan ke Dinas Sosial Kampar," katanya.

Karena mengenai barang barang tersebut, kata Elkis, bukan tugas pihaknya. Karena mereka hanya bertugas sebagai mediasi saja antara KPM, agen dan Dinas Sosial dalam penyaluran. "Mengenai urusan barang bukan tugas kami. Kecuali kalau ada KPM nggak dapat baru kami fasilitasi," jelasnya.

Abdul Mutalib membenarkan ia pemasok telur ke E-Warong di Kampar dan dirinya mengatakan saat ini belum bisa memberikan komentar karena lagi di luar kota. "Jadi kalau saya sudah pulang nanti, saya hubungi," jelasnya.

Berdasarkan Penelusuran Koranmx.com, di Kecamatan Kampar Kiri tepatnya di Desa Tanjung Harapan dan Desa Domo, warga di sana mengaku hanya mendapatkan telur sebanyak 15 butir. Begitu pengakuan Syamsidar dan Roni, penerima BPNT .‎

"Di bulan September telur kami hanya mendapat 15 butir saja," katanya.

Mereka juga menyampaikan mengenai pengambilan dari toko pemilik BRI Link, yang berada di Desa Tanjung Mas. "Karena jaringan susah di desa kami, makanya ngambil di desa sebelah," jelasnya.

Sedangkan Roni, mengambil  di kedai BRI Link yang ada di Desa Domo. "Kami berikan ATM kami lalu beras dan telur 15 butir diberikan mereka," katanya.

Mengenai bantuan telur yang berhak ia terima selaku masyarakat sama sekali ia tidak tahu. "Jadi saat saya BRI Link itu, saya serahkan saja ATM kepada mereka, dan toko itu memberikan  beras kemudian telur 15 butir," ucapnya sembari menjelaskan bahwa mereka penerima BPNT menerima Rp110.000 perbulan di Tahun 2019. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook