Hampir 1.260 Warga Kampar Ternyata Jadi Korban Investasi Bodong

Minggu, 23 Februari 2020 - 19:03 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Hampir 1.260 Warga Kampar Ternyata Jadi Korban Investasi Bodong


KORANMX.COM, PEKANBARU --  Terkait penipuan investasi bodong yang diduga dilakukan oleh CV Jaya Manunggal Mandiri Cq CV Tri Manunggal Jaya di Ponorogo, LBH POSBAKUMADIN, advokat dan pembela masyarakat, diwakilkan Polman Sinaga SH mengatakan, pihaknya mendata ada hampir 1260 korban di Kampar.

Namun, karena keterbatasan kendaraan dan kesibukan. Mereka hanya diwakilkan belasan korban.

BACA JUGA:

Belasan Warga Kampar   Korban Investasi Bodong, Melapor ke Polda

''Sebenarnya ada sekitar ribuan korban. Namun, yang bisa hadir hanya belasan ini. Mereka sudah mewakili, karena keterbatasan kendaraan,'' kata Polman.

Pihaknya datang ke Polda, khususnya bidang Khusus untuk melaporkan permasalah klien kami yang ditipu investasi bodong. 

''Klien kami ini ditipu dengan investasi dugaan sapi perah,'' kata Polman.

Masalah ini sudah cukup lama berlangsung, namun sebut Polman, baru kali ini para korban minta didampingi. Karena itu, pihaknya berharap Polda khususnya, Krimsus dapat memproses laporan kliennya dengan tuntas. Agar tujuan meminta keadilan dapat dirasakan mereka.

Modus para pelaku, dengan meminta korban berinvestasi uang mengatasnamakan sapi. Tapi sampai saat ini, sapi tidak diterima.

''Untuk satu paket si korban diminta uang Rp17 juta,'' terang Polman.

Beberapa masyarakat kata Polman, ada yang diminta berinvestasi sampai ratusan juta. Aksi para pelaku, kata dia sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

''Rata-rata korbannya di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung, Kampar,'' sebut Polman.

Menurut korban, keuntungan yang didapat dari investasi sebesar 17 jutaan, pada korban dijanjikan diberikan uang keuntungan Rp2,5 juta.

Polman mengatakan, pihak yang dilaporkan adalah inisial AP, R dan HR yang diduga bertanggung jawab atas permasalahan ini.

''Kami ingin Polda memprosesnya, kami hanya ingin uang klien kami dikembalikan. Jika memang tidak profit lagi,'' kata Polman.

Temuan pihaknya, CV yang meminta sejumlah uang itu tidak memiliki atas hak. Oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah dianggap tidak sah.

Sedangkan, hasil koordinasi dengan penyidik di depan kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) pihaknya diminta melengkapi berkas. 

''Satu jam lagi kami akan datang. Karena diminta melapor ke SPKT,'' terang Polman.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadji, ketika dikonfirmasi Koranmx.com mengatakan, warga yang datang ke kantor itu masih bersifat pengaduan.

''Untuk laporan belum kami dapat,''  ungkap Andri. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook