Nilai IPA dan IPS Rendah‎, Disdikpora Kampar Berikan  Alat Peraga untuk 90 SMP

Sabtu, 14 Maret 2020 - 18:24 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Nilai IPA dan IPS Rendah‎, Disdikpora Kampar Berikan  Alat Peraga  untuk  90 SMP


KORANMX.COM, KAMPAR- Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, fokus untuk meningkatkan nilai Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)  untuk siswa SMP di Kampar. Untuk itu Disdikpora berikan alat praktek praga ke 90 SMP di Kampar.

"Berdasarkan hasil Ujian Nasional Tahu 2019 lalu, nilai IPA dan IPS siswa SMP di Kampar rendah dibandingkan kabupaten yang ada di Riau. Untuk itu dengan adanya alat Peraga bagi siswa, bisa memacu nilainya dalam ujian," ucap Kasubag Perencanaan Monitoring Disdikpora Kampar, Firdaus, Sabtu (14/3/2020)

Lanjut Firdaus, alat peraga ini penting sekali bagi siswa SMP, karena dalam pelajaran IPA di SMP itu materinya mencakup fisika, kimia dan biologi.

"Oleh karena itu pembelajaran IPA di SMP/MTs menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah," jelasnya. 

Kemudian mengenai Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SMP/MTs merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. 

"Untuk itu dibutuhkan alat peraga sebagai penunjang penelitian dalam kelas, dengan begitu para siswa bisa mengerti dan akan bertanya,"bebernya sembari menegaskan ini penunjang prestasi dan nilai siswa.

Sedangkan alat peraga untuk mata pelajaran IPS di SMP mencakup pengetahuan geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi. "Padahal tujuannya membentuk kepribadian sosial dalam kehidupan sehari hari. Bahkan bidang pelajar IPS ini untuk mengenal sejarah dan ekonomi," ungkapnya

‎Namun efeknya jika tidak ada alat Peraga, kata Firdaus, penyajian pembelajaran IPS hanya satu arah saja maka siswa akan merasa bosan yang menyebabkan semangat belajar siswa akan menurun. "Anggapan IPS sebagai mata pelajaran yang kering dan tidak menarik, jenuh dan membosankan," tuturnya.

Untuk itu para guru perlu meningkatkan semangat dan prestasi belajar siswa yaitu dengan menerapkan suatu model pembelajaran yang menarik yang ditopang dengan alat peraga." Dengan begitu para siswa akan aktif dalam pembelajaran serta tidak meras bosan. Hasilnya para siswa dapat memahami dan menghafalkan," sebutnya. 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook