270 Daerah Terancam Gagal Pilkada

Selasa, 17 Maret 2020 - 12:17 WIB  
Redaktur : Raja Mirza

270 Daerah Terancam Gagal Pilkada


KORANMX.COM, PEKANBARU--Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di 270 daerah di Indonesia terancam gagal. Pasalnya, penyebaran virus Corona (Covid-19) tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial, pendidikan dan ekonomi. Namun juga sangat berdampak pada pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada 2020.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (Kornas JPPR), Alwan Ola Riantoby mengatakan, tahapan pencalonan Pilkada di 270 daerah di Indonesia sudah mulai berjalan. Sementara ancaman virus Corona semakin serius. 

"Ada 270 daerah yang melaksanakan Pilkada 23 September mendatang," kata Alwan kepada koranmx.com, Selasa (17/3/2020) siang. 

Dikatakan Alwan, salah satu bentuk penyebaran virus Corona adalah melalui interaksi dan komunikasi di pusat keramaian. Sementara, aktivitas Pilkada selalu berhubungan dengan keramaian dan ada proses interaksi. 

"Kita melihat penyebaran virus ini akan sangat berdampak pada pelaksanaan pilkada 2020, bukan hanya berpengaruh pada satu tahapan Pilkada, atau hanya berdampak pada partisipasi namun sangat berdampak pada semua tahapan apabila kondisi penyebaran virus Corona semakin masif," terangnya. 

Memang, lanjut dia dari hasil pleno KPU yang dilakukan kemarin tetap melanjutkan tahapan Pilkada, namun ia mengkhawatirkan tahapan tidak berjalan maksimal. 

"Kita ingin tahapan tidak hanya berjalan sebagai formalitas saja, namun juga harus dengan kualitas yang baik," sebutnya. 

Melihat kondisi saat ini, JPPR menganalisis dan merekomendasikan empat hal kepada KPU dan Bawaslu. Pertama, KPU dan Bawaslu harus segera memberikan sikap atas kondisi saat ini, jika tetap berjalan tahapan akan  ada kemungkinan tidak maksimal.

Kedua, daerah yang melaksanakan Pilkada seperti Depok, Cianjur, kabupaten Bandung, Tangerang Selatan dan Sukabumi segera mengambil keputusan dan langkah tindak lanjut atas kondisi penyebaran virus Corona karena sangat berdekatan dengan Ibu Kota Negara yang saat ini sudah terisolasi.

Ketiga, KPU dan Bawaslu harus segera melakukan koordinasi karena penyebaran virus Corona membuat masyarakat pemilih sangat terisolasi yg berdampak pada kualitas pilkada.

Keempat, KPU dan Bawaslu di setiap daerah yg melaksanakan Pilkada agar segera menemukan dan menentukan upaya mitigasi atas kondisi penyebaran virus Corona tersebut.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook