Kasus Dugaan Pungli SKGR

Kejari Tahan Oknum Lurah Kerinci Timur

Selasa, 17 Maret 2020 - 17:26 WIB  
Reporter : M Said
Redaktur : Oce E Satria

Kejari Tahan Oknum Lurah Kerinci Timur


KORANMX.COM, PANGKALANKERINCI --  Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan resmi menahan oknum Lurah Kerinci Timur berinisial EA (47) atas kasus dugaan dugaan pengutan liar (Pungli) Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR), Selasa (17/3/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Penahanan tersangka EA, oleh tim Pidsus Kejari Pelalawan . Setelah penyidik kepolisian dari Tipikor Satreskrim Polres Pelalawan melimpahkan tahap kasus pungli SKRG tersebut.

"Setelah berkasnya dinyatakan lengkap dan P21 kita lakukan tahap dua dengan menyerahkan tersangka dan barang buktinya ke Kejaksaan," ujar Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIK, MSi kepada Koranmx.com  melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SH SIK, via pesan WhatsApp.

Kemudian tersangka AE, dikawal penyidik Tipikor Polres diserahkan Ke Kejari Pelalawan. Dengan didampingi penasehat hukum oknum Lurah Kerinci Timur menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Pelalawan.

Usai pemeriksaan administrasi terhadap tersangka AE, dilanjutkan pengecekan kesehatan oleh petugas medis dari RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci. Setelah sebelumnya tersangka sempat muntah-muntah dengan raut wajah pucat.

Kajari Pelalawan Nophy T South SH, MH melalui Kasi Pidsus Andre Antonius SH kepada Koranmx.com, kemarin, menuturkan bahwa tersangka dilakukan penahanan. Setelah sebelumnya di kepolisian tidak melakikan penahanan.

"Untuk mempermudah proses, tersangka kita lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan dan kini telah dititip di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru," ungkap Kasi Pidsus.

Sedangkan tersangka AE yang merupakan mantan Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kantor Kecamatan Pelalawan yang kini menjabat Lurah Kerinci Timur, kecamatan Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan. Diduga ikut tersadung kasus dugaan pungli SKGR bersama Kepala Desa  (Kades) Sering, M Yunus yang telah divonis di PN Tipikor Pekanbaru.

Hasil pengembangan penyidikan polisi, ada dugaan penerimaan fee sebesar Rp25 juta yang diminta dari M Yunus oleh tersangka AE tersebut. Atas tanah kelompok tani Parit Guntung dengan cara meminta biaya penerbitan 100 SKGR sebesar Rp2 juta tiap persilnya.

Atas perbuatan oknum Lurah Kerinci Timur, di jeratnya dengan pasal 12 huruf e dan atau Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook