Riau Tutup Akses Penerbangan ke Malaysia dan Singapura, Maupun Sebaliknya

Selasa, 17 Maret 2020 - 15:36 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Raja Mirza

Riau Tutup Akses Penerbangan ke Malaysia dan Singapura, Maupun Sebaliknya

Kadishub Riau, M Taufik OH

KORANMX.COM, PEKANBARU--Untuk memutus mata rantai, masuknya virus Corona (Covid-19) ke Provinsi Riau. Pemerintah akan menutup kedatangan dan keberangkatan dari negara Malaysia dan Singapura.

Penutupan akses ini akan diberlakukan di Bandara Sultan Syatif Kasim II Pekanbaru. Sehingga, pemprov berharap Angkasa Pura II agar maskapai dengan rute Malaysia dan Singapura tidak lagi menjual tiket dari dan ke Pekanbaru, termasuk juga pesawat charter.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Taufik OH menjelaskan, kebijakan ini diambil sebagai dampak kebijakan Pemerintah Malaysia yang melockdown penerbangan ke negaranya.

''Atas kebijakan itu, otomatis penerbangan ke negeri jiran tersebut khususnya Riau juga berlaku sama. Bahkan, untuk penjualan tiket untuk penerbangan termasuk pesawat charter,'' sebut Taufik.

Menurut Taufik, untuk memastikan lagi tidak ada penerbangan ke negara tetangga itu, pihaknya meminta maskapai tidak menjual tiket dari Pekanbaru dengan rute Malaysia.

Dalam waktu dekat, Singapura juga akan melakukan kebijakan lockdown terhadap semua penerbangan ke negaranya.

Permintaan ini, sebut Taufik, menindaklanjuti intruksi Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi, yang disampaikan pada Selasa (17/3/2020) ini.

Dia menambahkan, intruksi tersebut baru disampaikan secara lisan, dan surat resmi Gubernur Riau akan segera disampaikan ke Angkasa Pura II Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru jika sudah ditandatangani.

Menanggapi intruksi ini, GM Angkasa Pura Yogi Prasetyo mengatakan, pihaknya bersama KKP bandara konsen terhadap antisipasi virus Covid 19. 

Yogi mengungkapkan, langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya adalah pertama melakukan pemeriksaan kedatangan international menggunakan thermal scanner.

Kedua, melakukan penyemprotan area bandara menggunakan disenfectan spay setelah jam operasional.

Tindakan ketiga, melakukan pemeriksaan suhu bagi penumpang yang akan berangkat di area Pemeriksaan tiket.

Selanjutnya, menyediakan hand sanitizers di bandara. Kemudian, melengkapi petugas bandara dengan masker dan sarung tangan.

''Terkait penerbangan dari malaysia dan singapur kami menunggu informasi resminya. Kami selaku operator bandara mengikuti dan mendukung apa yang ditetapkan pemerintah,'' singkat Yogi.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook