Enam Pasien Baru

Tetapkan Status Siaga Covid-19, Gubri Tekankan Tujuh Poin Penting

Selasa, 17 Maret 2020 - 20:38 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Tetapkan Status Siaga Covid-19, Gubri Tekankan Tujuh Poin Penting


KORANMX.COM. PEKANBARU -- Peningkatan yang signifikan, angka  orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) di Provinsi Riau dan Indonesia disikapi dengan cepat oleh   Pemerintah Provinsi Riau.  Status Siaga Darurat Bencana Non Alam karena virus corona (Covid-19) pun ditetapkan. Dimulai sejak Senin (16/3/2020) hingga Senin (16/4/2020) mendatang di kabupaten dan kota Provinsi Riau.

Rapat penetapan ini dilakukan tertutup di Gedung Balai Serindit, Gubernuran Riau, Jalan Diponegoro, Senin (16/3/2020) sore.

Rapat diikuti Kapolda Riau diwakili  Karo OPS Polda Riau, Kombes Pol Drs Rahmat Hidayat, Kejati Riau diwakili  Wakajati Riau Tri Sandono, Dandrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Binda Riau diwakili Kabag OPS Binda Riau Sigit.

Selain itu, juga hadir para bupati dan wali kota se-Riau dan seluruh asisten di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, seluruh kepala dinas/badan,  Kepala Dinas Kesehatan se-Provinsi Riau, Kepala Dinas Perhubungan se-Provinsi Riau, Kepala Dinas Pendidikan se-Provinsi Riau, dan Kepala BPBD se-Provinsi Riau

Sebelum memasuki ruangan rapat semua peserta rapat, termasuk Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi menjalani tes alat termo scanner. Pengukuran ini, dilakukan petugas kesehatan dengan menempelkan alat tersebut ke bagian kening tamu undangan.

Setelah itu, juga diminta menggunakan cairan pembersih tangan atau  hand sanitizer.

 

Tujuh Poin Penting

Kepada peserta rapat, Gubernur Riau, Syamsuar menjelaskan tujuh poin penting dalam rapat pembahasan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau.

Ketujuh poin tersebut adalah,  pertama, sesuai dengan Kepres Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Percepatan Penanganan Virus Corona Virus Discrase 2019 (COVID-19) di mana Presiden menunjuk langsung Kepala BNPB RI, Doni Monardo sebagai Kepala Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19. 

Kedua, untuk di Riau yang dinyatakan ODP dan PDP virus corona sebanyak 17 orang.  Sembilan  pasien telah keluar dan hasilnya dinyatakan negatif virus corona.

Poin ketiga, untuk rumah sakit rujukan di Provinsi Riau adalah RSUD Arifin Achmad, RSUD Puri Usada Tembilahan, dan RSUD Dumai. 

Keempat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga sudah meliburkan pelajar baik itu Paud/TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi). Kemudian untuk instansi Pemerintah Provinsi Riau juga sudah meniadakan kegiatan di luar, dan meniadakan absensi fingerprint.

Kelima, sesuai perintah presiden agar semua rumah sakit di provinsi Riau baik di kabupaten maupun kota agar bisa membantu pemerintah  bisa cepat menangani penyebaran pandemik virus corona. Baik itu menyediakan tempat untuk isolasi maupun ruang penanganannya.

Kemudian, di poin keenam, Gubri menginstruksikan kepada seluruh perusahaan di  Riau untuk mengisolasi semua kegiatannya. Lalu juga meminta agar perusahaan membantu menangani ODP dan PDP  virus corona.

Terakhir, Gubri meminta bantuan  Rektor Universitas Riau untuk mempersiapkan fasilitas labor untuk mengecek hasil pemeriksaan virus corona.

Mantan Bupati Siak ini mengakui, penetapan ini juga dilakukan atas pertimbangan secara nasional pemerintah telah menetapkan status siaga. "Maka, kita juga mengikuti pemerintah pusat," ujarnya.

Selain itu, langkah Pemprov Riau sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. 

''Pertimbangan yang paling mendasar, yakni kondisi geografis Provinsi Riau yang langsung berbatasan dengan negara Malaysia dan Singapura,'' ungkap Syamsuar.

Dengan kondisi ini pula, Syamsuar mengumumkan agar seluruh sekolah swasta, negeri hingga perguruan tinggi di Riau disarankan libur.

 

17 Pasien, 11 Uji Lab, Enam Baru Masuk


Sementara itu, menurut data terbaru milik Dinas Kesehatan Provinsi Riau (Diskes) Riau, ODP dan PDP  Covid-19 awalnya terdeteksi di Provinsi Riau, pada Senin (3/3/2020) sampai Ahad (15/3/2020).

Selama itu, sebanyak 17 pasien   telah ditangani di beberapa rumah sakit rujukan di Pekanbaru dan kabupaten se-Riau.

Sejauh ini, sebanyak 11 PDP telah dilakukan pemeriksaan sampel swab di laboratorium Litbangkes.

''Hasil lab 9 pasien negatif,'' terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir, Senin (16/3/2020) malam.

Dua sampel lainnya, ungkap Mimi masih dalam proses pemeriksaan di Laboratorium Litbangkes.

Yang terbaru, saat ini, sudah ada enam pasien PDP Covid-19 baru masuk.

Untuk 11 pasien yang masih dirawat ini, sekarang berada di ruang isolasi RSUD Arifin Achmad empat orang, RS Ibnu Sina satu orang, RS Awal Bros Sudirman satu orang, RS Eka Hospital dua orang, RSUD Bengkalis dua orang dan RS Puri Husada Inhil satu orang.

''Sebelas pasien ini sudah diperiksa swab. Ada yang tinggal menunggu hasil dan sebagiannya lagi dalam proses pengiriman sampek ke Litbangkes Jakarta,'' ujar Mimi.


Gubri Umumkan Seluruh Sekolah Negeri dan Swasta Libur

Mengantisipasi penyebaran virus corona di kalangan pelajar swasta dan negeri di Bumi Lancang Kuning. Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mengumumkan libur sejak tanggal 16 hingga 30 Maret mendatang.

Hal ini sebut Syamsuar mencermati perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dan juga atas pernyataan presiden Joko Widodo.

"Maka hari ini kami mengadakan rapat, dengan Dinas Pendidikan Riau, dan Kementrian Agama. Untuk menghadapai situasi dan kondisi ini, sekolah umum, swasta, SMK, pondok pesantren hingga perguruan tinggi agar meliburkan kegiatan belajar mengajar dimulai sejak Senin (16/3/2020) hingga Senin (30/3/2020) mendatang,'' kata Syamsuar.

Khusus terhadap madrasah munawaroh, pihaknya memberikan kesempatan di Senin (16/3/2020) agar menyelesaikan masa satu hari ujiannya.

''Setelah selesai, kami harapkan siswa diliburkan,'' harap Syamsuar.

Hal yang sama, yakni khususnya bagi mahasiswa di perguruan tinggi, Pemprov Riau merekomendasikan libur. Demi pencegahan penyebaran virus corona.

''Saya  imbau masyarakat Riau berdoa agar diberikan kesehatan dan dijauhkan dari segala penyakit dan musibah,'' harap Syamsuar.

 

Ajak Pemkab/Kota Sosialisasikan Hidup Sehat

Selain imbauan libur bagi sekolah se-Riau. Syamsuar juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan hidup sehat, dan rasa kepedulian bersama. 

''Saya sampaikan pesan kewaspadaan wabah. Jangan panik, jangan pula anggap enteng, serta biasakan hidup sehat bagi masyarakat Riau," pesannya. 

Adapun imbauan Syamsuar terhadap kabupaten dan kota yakni diminta  meningkatkan kewaspadaa, pengelola tempat-tempat keramaian seperti areal publik, sekolah, sarana olah raga, hotel agar mensosialisasikan cuci tangan, pola hidup bersih. 

Kemudian, juga menyiapkan tempat cuci tangan atau hand sanitizer,  serta alat deteksi suhu tubuh. Mencegah penyebaran virus corona.

Apabila mengalami gejala flu dan batuk segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Selanjutnya, poin ke empat, meningkatkan kepedulian dengan menggunakan master atau menutup mulut saat batuk. 

Selanjutnya, pemprov merekomendasikan, hindari bersalaman cium pipi, berjabat tangan, guna mencegah penyebaran virus Corona. Sementara untuk anak-anak dianjurkan belajar dirumah saja.  

''Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian hidup sehat bersama rakyat Indonesia,'' pungkasnya. (Adv)




Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook