Pemkab Rohul Disebut Tak Serius Tangani Covid-19

Kamis, 19 Maret 2020 - 16:37 WIB  
Reporter : Amin Syukri
Redaktur : Raja Mirza

Pemkab Rohul Disebut Tak Serius Tangani Covid-19


KORANMX.COM, ROKAN HULU--Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dinilai tidak serius dalam melaksanakan intruksi Pemerintah dalam penanganan bencana nasional virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA-PP) Rohul Anton Adiputra usai melaksanakan diskusi dengan Direktur RSUD Rohul dr Novil Raykel di ruang kerjanya, Rabu (18/3/2020) kemarin.

Anto mengatakan, kedatangannya ke RSUD Rohul itu merupakan tindaklanjut dari Intruksi Pimpinan Pusat SAPMA-PP, agar seluruh anggota ikut serta membantu pemerintah dalam penanganan permasalahan Covid-19 itu.

Diakui Anton yang juga mantan Presiden Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian itu, Pemkab Rohul kurang tanggap terhadap permasalahan merebaknya Covid-19.

Buktinya, dari hasil diskusi dengan Dirut RSUD dr Novil Raykel, Anton mengaku tidak mendapatkan jawaban sudah berapa kegiatan yang dilakukan Pemkab Rohul dalam pengedukasian terkait dampak atau penyebaran Virus yang kabarnya itu sangat mematikan.

"Berdasarkan data yang kita peroleh dari Direktur RSUD Rohul, hingga kini Pemkab Rohul belum melakukan edukasi terhadap isu Covid-19 itu. Kita sangat sayangkan hal itu,"ucap Anto kepada Wartawan, Rabu siang.

Bukan hanya tidak melakukan edukasi, Anton juga mengaku dalam penanganan Covid-19 ini, Pemkab Rohul juga tidak menganggarkan untuk biaya untuk penanganan hal ini.

"Pemda atau Bupati Rohul Harus lebih serius dalam menanggapi Virus ini. Jangan sampai ada korban dahulu dari masyarakat Rokan Hulu baru Pemda kocar-kacir," sebutnya.

Dengan tidak melakukan edukasi dan penganggaran dalam menghadapi permasalahan Covid-19 ini, sebut Anton, ini membuktikan bahwa Pemkab Rohul tidak serius menangani bencana nasional sesuai intruksi Presiden Joko Widodo.

"Ini merupakan Masalah serius, soalnya setelah kita dengar pernyataan dari Dirut RSUD, belum ada penanganan dan pengedukasian terhadap masyarakat tentang virus Corona ini, Berapa sebenarnya penganggaran untuk menghadapi virus corona ini?" tambah Anton. 

Sementara Direktur Utama RSUD Rohul dr. Novil saat diskusi dengan Ketua SAPMA PP Rohul mengatakan bahwa RSUD Rohul sudah mengusulkan kekurangan APD (Alat Perlindungan Diri) ke Pemda Rohul, Namun hingga saat ini belum diwujudkan.

dr Novil juga menegaskan saat ini RSUD Rohul juga kekurangan tenaga Kesehatan untuk Pasien Isolasi, dan Penganggaran untuk ruangan Isolasi Pasien yang terinfeksi Virus Corona.

”Kita berharap tenaga kesehatan di Puskesmas-Puskesmas sebaiknya ditarik ke RSUD Rokan Hulu untuk menjadi tenaga tambahan di RSUD, karena ini harus di siapkan untuk menghadapi puncak Pendemi Covid-19 di Indonesia khusus nya Rohul,” jelas dr. Novil

Diakui dr. Novil, saat ini belum ada Call Centre dari Pemkab Rohul yang bisa dihubungi jika terdapat masyarakat yang terindikasi terinveksi Covid-19 itu.

"Kalau Pemkab Rohul belum ada, Namun RSUD Rohul sudah ada  yaitu PSC 119, namun itu belum cukup,” tambahnya.

Menurut dr Novil mengatakan seluruh pihak harus mengambil peran dalam penanggulangan antisipasi virus Corona Covid 19 ini, mengingat sudah di liburkannya siswa dan mahasiswa se-indonesia, sehingga diprediksikan banyak orang Rohul yang berada diluar Kabupaten akan kembali ke kampung halamannya. Sedangkan mereka tidak terpantau apakah terinveksi Corona atau tidak.

"Ini semua harus di pantau baik dari pihak camat atau puskesmas dan ini bukan ruang lingkup saya yang hanya Dirut RSUD”tutup dr.Novil.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook