Mantan GM MP Club Divonis Bebas, Jaksa Pikir-pikir

Kamis, 19 Maret 2020 - 19:12 WIB  
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Raja Mirza

Mantan GM MP Club Divonis Bebas, Jaksa Pikir-pikir


KORANMX.COM, PEKANBARU--Benny Lubis tidak menyangka dirinya divonis bebas oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (19/3/2020) petang. Pasalnya, ia sebelumnya dituntut pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, atas perkara penggelapan dalam jabatan.

Dalam sidang vonis yang dipimpin oleh hakim ketua Sorta Ria Neva SH MHum itu, Benny yang merupakan mantan General Manager (GM) MP Internasional Executive Club Pekanbaru tersebut, dinilai tidak terbukti telah melakukan penggelapan dalam jabatan.

"Perbuatan terdakwa (Benny Lubis) tidak terbukti bersalah, sebagaimana dalam dakwaan primer yang disusun JPU," ucap hakim Sorta.

Atas hal tersebut, majelis hakim sepakat bahwa terdakwa harus dibebaskan demi hukum. Tidak hanya itu, JPU juga diminta untuk memulihkan nama baik, harkat dan martabat terdakwa.

"Mengadili, membebaskan terdakwa dari segala tuntutan JPU, dan memerintahkan untuk membebaskan terdakwa paling lama setelah putusan ini dibacakan," terang hakim Sorta.

Mendengar hal tersebut, terdakwa Benny Lubis awalnya tidak menyadari dengan telah dibacanya vonis bebas tersebut. Dirinya bahkan sempat bertanya kepada hakim ketua.

"Bebas saya bu?," tanyanya kepada hakim ketua.

Setelah dikatakan oleh hakim ketua, Benny Lubis langsung mengucapkan puji syukurnya dalam persidangan tersebut. Bahkan dirinya langsung sujud syukur dihadapan majelis hakim.

"Alhamdulillah ya Allah," ucapnya sambil sujud syukur.

Sementara itu, JPU Jefry SH menyatakan pikir-pikir selama 7 hari kedepan atas vonis bebas dari majelis hakim tersebut. Sedangkan terdakwa Benny melalui kuasa hukumnya menyatakan menerima atas vonis yang diberikan.

Dalam pantauan koranmx.com, Benny dibawa ke sel tahanan Pengadilan Negeri Pekanbaru. Dia akan dibawa ke Rutan Klas I Kota Pekanbaru terlebih dahulu sebelum dibebaskan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, JPU menuntut Benny Lubis dengan pidana penjara selama 3,5 tahun. Yang mana, menurut JPU, perbuatan Benny terbukti bersalah telah melanggar Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

Dalam dakwaan JPU Aulia Rahman SH mengatakan, perbuatan pidana dilakukan Benny ketika menjabat sebagai GM di tempat hiburan tersebut pada Agustus 2017 sampai Oktober 2018.  JPU membeberkan, Benny telah mengambil uang milik perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru. 

Caranya, dia meminta saksi Melia Fersi Sapriati mengajukan invoice pembayaran honor cleaning service atas nama CV Radhitya Pratama, atas nama CV Jaya Service Line dan  CV  Clean Wijaya Service.

Invoice itu disetujui oleh Benny ke bagian keuangan di Kantor MP International Executive Club Pekanbaru senilai Rp 39.500.000. Setiap bulannya, uang itu dibagikan kepada 10 orang cleaning service. 

Namun ternyata CV Jaya Service Line dan CV Clean Wijaya Service adalah perusahaan fiktif. Selain itu uang Rp39.500.000, setiap bulannya digunakan untuk membayar gaji  2 orang pengawas masing-masing sebesar Rp 2.000.000 dan 8 orang cleaning service masing-masing Rp 1.200.000, barang habis pakai dua pengawas masing-masing sebesar Rp 500.000.

Sisanya dikembalikan ke Benny. Akibatnya, MP Internasional Executive Club  Pekanbaru mengalami kerugian lebih kurang Rp 348.600.000.

Tidak hanya itu, Benny juga menunjuk CV Elang Perkasa Entertaint sebagai Event Organizer yang menyediakan tenaga DJ MP Internasional Executive Club Pekanbaru. Setiap akhir bulan terdakwa meminta saksi Darmin Rangkuti untuk mengajukan permohonan pembayaran honor DJ ke bagian keuangan di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru Rp 32.000.000.

Benny juga meminta diajukan pembayaran penjagaan F DJ sebesar Rp.1.000.000 dan pembayaran akomodasi dan compliment sebesar Rp.1.250.000.000 disetiap event. Ternyata personel penjagaan untuk menjaga FD J disetiap event tidak pernah ada dan akomodasi para F DJ tidak bisa dikonfirmasi, serts para DJ yang bekerja di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru tidak pernah mendapatkan compliment. 

CV Elang Perkasa Entertaint adalah perusahaan  fiktif dan dari 4  orang DJ yang bekerja di perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru, dua orang masing-masing hanya menerima gaji/honor sebesar Rp 3.500.000 per bulan dan dua lainnya mendapat Rp 3.000.000 per bulan. Akibatnya MP Club merugi Rp 311.187.000.

Benny juga memanipulasi pembelian lampu LED untuk MP Club dan meminta pengurangan harga dengan janji akan membeli kembali barang dengan jumlah besar. Pengurangan harga yang diterima Rp 34.000.000, di dalam faktur, terdakwa meminta tetap dituliskan Rp 204.000.000 tanpa dimasukkan potongan harga. Terdakwa juga mengambil uang potongan harga Rp 30 juta. 

Akibat perbuatan Benny, MP Internasional Executive Club Pekanbaru mengalami kerugian Rp 689.787.000. Tindakan Benny diketahui setelah dia berhenti dan manajemen melakukan audit. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook