Jemaah Tabligh Akbar Baru dari Malaysia Minta Diperiksa

Jumat, 20 Maret 2020 - 12:50 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Jemaah Tabligh Akbar Baru dari Malaysia Minta Diperiksa


KORANMX.COM, PEKANBARU--Kronologis pasien inisial M (63) terjangkit virus Corona dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, akhirnya diketahui. 

Informasi ini disampaikan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi. Memang benar, bahwa pasien M merupakan salah satu warga yang ikut menghadiri acara tablig akbar di jiran.

''Pasien berinisial M (63) asal Pekanbaru yang sudah dinyatakan positip terinfeksi virus corona (Covid-19)diketahui memiliki riwayat perjalan dari Malaysia,'' sebut Gubri.

Pasien M diketahui positif Corona, sebut Gubri, setelah pihaknya menerima hasil tes swap Labkes Kementerian Kesehatan.

Untuk mencegah dan mengantisipasi bertambahnya pasien Corona ini. Gubernur Riau Syamsuar, mengingatkan seluruh kabupaten kota untuk memeriksa para jamaah yang mengikuti tablig akbar di Malaysia. 

Menurut Syamsuar, selain pasien M, dinegara lain, ada jamaah yang terkena dampak Covid-19 dari negara lain.

''Tolong dicek bagi jamaah tablig yang baru kembali dari menghadiri tablig akbar di Malaysia,'' kata Gubri, Rabu (19/3/20).

Syamsuar juga mengatakan, ia menerima informasi di Siak juga banyak masyarakatnya menghadiri acara jamaah tablig dan sudah kembali dari Malaysia. 

''Untuk mengantisipasi penyebaran virus, mestinya semuanya dilakukan pemeriksaan. Sekarang sudah kembali ke kabupaten/kota,” ujar Gubri lagi.

Diberitakan sebelumnya, satu pasien asal Riau yang sudah diobservasi selama lima hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pekanbaru, Riau, dinyatakan positif corona (Covid-19), setelah keluarnya hasil swap dari labkes Kementrian Kesehatan.

Sementara itu, juru bicara Tim Medis Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yopi, menjelaskan, kondisi pasien positif covid-19, yang masih dirawat di ruang isolasi RSUD Arifin Achmad Riau masih stabil. Bahkan kondisi panas tubuhnya sudah turun dan mau makan seperti biasa.

 

GM Angkasa Pura II : Penerbangan ke Jiran, Hanya Bagi Warganya 


Meski Malaysia telah memberlakukan sistem Lockdown sejak tanggal 18 Maret 2020 lalu untuk memutus penyebaran virus corona. Akan tetapi, dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, masih memperbolehkan penerbangan ke negaranya.

Untuk diketahui, penumpang yang boleh ke Malaysia, hanya diperuntukkan bagi warganya yang ingin pulang.

Jadi berdasarkan ketentuan Departemen Imigrasi Malaysia, Malaysia tidak menerima semua warga negara non-Malaysia, termasuk memegang visa kerja Malaysia, ekspatriat, visa pelajar, dan visa turis. Malaysia juga tidak menerima orang yang keluar dari Malaysia pemegang paspor Malaysia,'' kata Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Yogi Prasetyo,Kamis (19/3/2020).

Menurut Yogi, Malaysia hanya menerima orang yang masuk ke negaranya dengan kriteria Pemegang Paspor Malaysia, Pemegang Paspor Diplomatik, Permanent Resident (PR) Malaysia, Transit orang asing di Malaysia tanpa izin imigrasi.

''Orang yang diperbolehkan keluar dari Malaysia yaitu pemegang paspor Malaysia yang memegang visa kerja asing, visa pelajar asing, visa penduduk tetap asing atau mengikuti pelatihan di luar Malaysia,'' terang Yogi.

Namun, sambung Yogi, jika mereka pergi setelah 18 Maret 2020 dan berniat untuk kembali sebelum 31 Maret 2020, mereka akan ditolak.

''Untuk memasuki Malaysia, mereka harus kembali setelah 1 April 2020,'' beber Yogi.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Riau meminta kepada Angkasa Pura II di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, agar maskapai dengan rute Malaysia dan Singapura tidak lagi menjual tiket dari dan ke Pekanbaru, termasuk juga pesawat charter.

Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Riau, M Taufiq OH, Selasa (17/3/2020) kemarin.

''Pak Gubernur sudah mengintruksikan agar kita sudah lockdown dari Malaysia dan Singapura. Kita juga sudah menginformasikan ke Manajer Angkasa Pura II untuk tidak ada lagi penerbangan Pekanbaru-Malaysia dan Singapura,'' katanya.

Apalagi, menurut Pemerintah Malaysia sudah menutup akses dari luar. Sehingga secara otomatis penerbangan dari Pekanbaru ke Malaysia tidak bisa masuk ke negeri jiran itu.

''Makanya untuk memastikan lagi tidak ada penerbangan kedua negara itu, kita minta maskapai tidak menjual tiket dari Pekanbaru dengn rute Malaysia-Singapura,'' terangnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook