Rutan dan Lapas se-Riau Ganti Bezuk dengan Video Call 

Jumat, 20 Maret 2020 - 11:34 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Rutan dan Lapas se-Riau Ganti Bezuk dengan Video Call 


KORANMX.COM, PEKANBARU--Setelah melakukan rapat, akhirnya Rumah Tahanan (Rutan) dan Lapas se-Riau, akhirnya memberlakukan fasilitas video call sebagai ganti kunjungan bezuk.

Pemberlakuan ini, mulai diberlakukan, Kamis (19/3/2020) ini. Setelah Kanwil Kemenkumham Riau, menerima arahan dari Menteri Kemenkumham RI, Plt Dirjen Pemasyarakatan, dan jajaran pimpinan tinggi di pusat dan wilayah Riau.

Saat melakukan konferensi persnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Lucky Agung Binarto mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), di Rutan dan Lapas se-Riau.

''Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Maka, Kementerian Hukum dan HAM Riau memfasilitasi warga binaan yang ada di dalam lapas dan Rutan di Riau untuk berkomunikasi dengan keluarganya melalui handphone,'' sebut Lucky, Kamis (19/3/2020) ini.

Pihaknya, sambung Lucky, sudah menyediakan beberapa handphone untuk warga binaan, sehingga dia bisa berkomunikasi dengan keluarga. 

''Kita juga menyediakan Warung Telekomunikasi (Wartel) khusus. Handphone yang digunakan yaitu punya petugas,'' katanya.

Kebijakan lainnya, terang Lucky, sejak 18 Maret 2020. Pihaknya meniadakan jam kunjungan bagi warga binaan hingga situasi virus corona membaik.

''Tujuannya mencegah peredaran virus corona, jam kunjungan juga untuk sementara waktu ditiadakan. Karena itu, kami memfasilitasi warga binaan berkomunikasi dengan keluarganya menggunakan handphone melalui video call,'' tuturnya.

Selain itu, lapas dan Rutan yang ada di Riau juga menyiapkan hand sanitizer untuk warga binaan agar bisa melindungi diri dan mencegah peredaran virus corona.

''Petugas di masing-masing Lapas dan Rutan juga telah menyiapkan hand sanitizer dan sarana cuci tangan seperti wastafel menggunakan sabun untuk warga binaan. Karena, itu juga salah satu pencegahan virus corona,'' pungkasnya.

Lucky mengungkapkan, durasi yang diberikan kepada warga binaan pun disediakan sekitar lima menit. Untuk saling sapa. Ia pun mencontohkan, video call dengan menghubungi Lapas Pasir Pengaraian, Rokan Hulu.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Riau, Maulidi Hilal menambahkan, sebagai alternatif pengganti kunjungan dibeberkan Hilal, pihaknya sedang menyusun skema kunjungan online, yakni dengan mekanisme video call.

''Kita akan menghubungi keluarga tahanan atau napi, atau mungkin pengacara, dan sebagainya. Bisa dengan video call, tapi kalau hanya perlu suara saja, ya sudah ada wartel khusus pemasyarakatan di dalam,'' tuturnya.

Hilal memaparkan, nantinya bagaimana pelaksanaannya, akan disesuaikan. Tergantung juga dengan jumlah tahanan atau napi yang akan melakukan video call.

''Kalau banyak yang ngantri, tentu kita batasi (waktunya). Biar semua kebagian, begitu. Kita fleksibel, melihat situasi dan kondisi di lapangan,'' paparnya.

Selain itu diungkapkan Hilal, untuk langkah antisipasi lain, pihaknya juga menyediakan hand sanitizer bagi tamu dan petugas yang masuk.


''Tapi bilamana ada napi yang dikunjungi untuk alasan yang penting sekali, misalnya meninggal dunia, keluarga ada yang sakit, itu ada pengecualian,'' ucapnya.

Pihaknya, juga akan memberikan pemeriksaan gratis bagi pengunjung yang akan berkunjung dengan alasan tadi, pelayanan ekstra gratis tidak dipungut biaya.

Menurut Hilal, langkah pencegahan ini penting untuk dilakukan. Apalagi di dalam Rutan dan Lapas, kondisinya sangat padat, bahkan terbilang over kapasitas.

''Di dalam Lapas rata-rata paling sedikit 20, 30 bahkan 50 satu kamar. Kalau satu orang kena, masa iya satu kamar diisolasi, kita tidak punya kamar isolasi sebanyak itu. Sedangkan mau dikeluarkan tidak bisa, mereka menjalani pidana,'' urainya.

Hilal pun mengimbau, agar para keluarga tahanan dan napi bisa memahami dan mengerti kondisi tersebut.

"Karena langkah ini, semata-mata untuk kesehatan dan perlindungan kita semua. Karena yang harus diwaspadai itu memang orang dari luar mau berkunjung ke dalam,'' ungkapnya.

Hilal menuturkan, untuk pemenuhan hak para narapidana, seperti misalnya remisi, maka akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sementara Hilal menambahkan, saat ini penghuni Rutan dan Lapas di seluruh Riau totalnya mencapai 12 ribu orang lebih.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook