Mantan GM MP Club Divonis Bebas, Jaksa Kasasi

Senin, 23 Maret 2020 - 16:45 WIB  
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Raja Mirza

Mantan GM MP Club Divonis Bebas, Jaksa Kasasi

Kasi Pidum Kejari, Robi Harianto SH

KORANMX.COM, PEKANBARU--Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru pada bidang Pidana Umum (Pidum) mengajukan upaya hukum kasasi ke Makamah Agung (MA). Hal tersebut terkait vonis bebas yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru kepada Benny Lubis pada Kamis (19/3/2020) lalu.

Yang mana, mantan General Manager (GM) MP Internasional Executive Club Pekanbaru tersebut menjadi terdakwa dalam perkara penggelapan uang dalam jabatannya.

"Iya, kita Kasasi," ucap Kepala Seksi (Kasi) Pidum Kejari Pekanbaru, Robi Harianto SH saat dikonfirmasi koranmx. com, Senin (23/3/2020). 

Dilanjutkannya, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan memori kasasi untuk diserahkan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru, yang selanjutnya dilimpahkan ke Makamah Agung (MA).

"Sedang kita siapkan memori kasasi. Kalau pernyataan (kasasi) sudah kita sampaikan ke pengadilan," lanjutnya.

Untuk diketahui, Benny Lubis divonis bebas oleh majelis hakim yang diketuai oleh Sorta Ria Neva SH MHum. Menurut hakim, perbuatan Benny Lubis dinilai tidak terbukti telah melakukan penggelapan dalam jabatan.

Padahal sebelumnya, oleh JPU, Benny Lubis dituntut pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun). Menurut JPU, perbuatan Benny Lubis terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

Dalam dakwaan JPU Aulia Rahman SH mengatakan, perbuatan pidana dilakukan Benny ketika menjabat sebagai GM di tempat hiburan tersebut pada Agustus 2017 sampai Oktober 2018.  JPU membeberkan, Benny telah mengambil uang milik perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru. 

Caranya, dia meminta saksi Melia Fersi Sapriati mengajukan invoice pembayaran honor cleaning service atas nama CV Radhitya Pratama, atas nama CV Jaya Service Line dan  CV  Clean Wijaya Service.

Invoice itu disetujui oleh Benny ke bagian keuangan di Kantor MP International Executive Club Pekanbaru senilai Rp 39.500.000. Setiap bulannya, uang itu dibagikan kepada 10 orang cleaning service. 

Namun ternyata CV Jaya Service Line dan CV Clean Wijaya Service adalah perusahaan fiktif. Selain itu uang Rp39.500.000, setiap bulannya digunakan untuk membayar gaji  2 orang pengawas masing-masing sebesar Rp 2.000.000 dan 8 orang cleaning service masing-masing Rp 1.200.000, barang habis pakai dua pengawas masing-masing sebesar Rp 500.000.

Sisanya dikembalikan ke Benny. Akibatnya, MP Internasional Executive Club  Pekanbaru mengalami kerugian lebih kurang Rp 348.600.000.

Tidak hanya itu, Benny juga menunjuk CV Elang Perkasa Entertaint sebagai Event Organizer yang menyediakan tenaga DJ MP Internasional Executive Club Pekanbaru. Setiap akhir bulan terdakwa meminta saksi Darmin Rangkuti untuk mengajukan permohonan pembayaran honor DJ ke bagian keuangan di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru Rp 32.000.000.

Benny juga meminta diajukan pembayaran penjagaan F DJ sebesar Rp.1.000.000 dan pembayaran akomodasi dan compliment sebesar Rp.1.250.000 disetiap event. Ternyata personel penjagaan untuk menjaga FD J disetiap event tidak pernah ada dan akomodasi para F DJ tidak bisa dikonfirmasi, serts para DJ yang bekerja di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru tidak pernah mendapatkan compliment. 

CV Elang Perkasa Entertaint adalah perusahaan  fiktif dan dari 4  orang DJ yang bekerja di perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru, dua orang masing-masing hanya menerima gaji/honor sebesar Rp 3.500.000 per bulan dan dua lainnya mendapat Rp 3.000.000 per bulan. Akibatnya MP Club merugi Rp 311.187.000.

Benny juga memanipulasi pembelian lampu LED untuk MP Club dan meminta pengurangan harga dengan janji akan membeli kembali barang dengan jumlah besar. Pengurangan harga yang diterima Rp 34.000.000, di dalam faktur, terdakwa meminta tetap dituliskan Rp 204.000.000 tanpa dimasukkan potongan harga. Terdakwa juga mengambil uang potongan harga Rp 30 juta. 

Akibat perbuatan Benny, MP Internasional Executive Club Pekanbaru mengalami kerugian Rp 689.787.000. Tindakan Benny diketahui setelah dia berhenti dan manajemen melakukan audit.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook