Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Wabup Bengkalis

"Dia kan Pejabat Negara, Kenapa Harus Sembunyi"

Selasa, 24 Maret 2020 - 16:42 WIB  

"Dia kan Pejabat Negara, Kenapa Harus Sembunyi"

Sidang putusan praperadilan Wabup Bengkalis, Selasa (24/03/2020).

PEKANBARU--Pengadilan Negeri Pekanbaru menolak permohonan praperadilan yang diajukan Wakil Bupati Bengkalis Muhammad, Selasa (24/3). Penolakan tersebut dibacakan hakim tunggal Yudisilen SH dalam agenda sidang putusan.

"Mengadili, menyatakan menerima eksepsi termohon dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau," ucap hakim Yudisilen. "Menyatakan menolak permohonan (prapid) pemohon (Muhammad)," sambungnya.

Atas hal tersebut, Dit Reskrimsus Polda Riau dapat melanjutkan proses penyidikan perkara yang melibatkan Muhammad. Yang mana, Muhammad ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pantauan Pekanbaru MX, hadir Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Fibri Karpiananto pada sidang praperadilan tersebut. Terlihat juga Kasubdit Tipikor Kompol Pangucap.

AKBP Fibri saat ditemui usai sidang mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut. "Penyidikannya masih lanjut," ucapnya.

Saat ditanya terkait keberadaan Muhammad yang dianggap melarikan diri dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), AKBP Fibri menjawab pihaknya masih berupaya mencari keberadaan yang bersangkutan. "Mohon doanya," jawabnya.

Terkait dengan anggapan masyarakat atas kesulitan pihaknya dalam melakukan penangkapan terhadap Muhammad, AKBP Fibri kembali menjawab dengan normatif. "Kita kembalikan ke dia (Muhammad). Dia kan pejabat negara, kenapa harus bersembunyi. Di mana tanggungjawabnya dia. Apakah amanah masyarakat yang diberikan ke dia, diabaikan begitu saja. Itu saja," jawabnya.

Untuk diketahui, Muhammad mengajukan praperadilan tersebut dikarenakan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau. Saat ini, Muhammad yang sempat menjadi Plt Bupati Bengkalis itu, berstatus buronan atau masuk dalam DPO.

Adapun permohonan praperadilan tersebut, Muhammad menilai, status tersangka yang disandangnya saat ini adalah tidak sah. Masih dalam permohonan praperadilannya, Muhammad meminta kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru yang akan mengadili, untuk memerintahkan Dit Reskrimsus Polda Riau mencabut status tersangka yang disandangnya.

Praperadilan itu diajukan Muhammad setelah dirinya tiga kali mangkir dipanggil penyidik Dit Reskrimsus Polda Riau untuk diperiksa sebagai tersangka. Muhammad ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Riau pada tanggal 3 Februari lalu. Hal tersebut berdasarkan surat ketetapan No: STap/22.A/II/RES.3.3.5/2020/Reskrimsus. MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook