Terobosan Kejari Pekanbaru 

Takut Corona? Begini Tatacara Urus Tilang dan Barang Bukti

Kamis, 26 Maret 2020 - 17:25 WIB  
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Oce E Satria

Takut Corona? Begini Tatacara Urus Tilang dan Barang Bukti


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru membuat beberapa terobosan, agar pelayanan masyarakat tetap berjalan di tengah pandemi virus corona COVID-19. Terobosan itu terkait penerapan sistem online.

Di antaranya, penyelesaian surat tilang, pengembalian barang bukti, Tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti), dan persidangan, antara Jaksa Penuntut Umum (JPU), majelis hakim, terdakwa dan kuasa hukum terdakwa.

Dengan cara ini, masyarakat tidak perlu berkontak langsung dengan petugas. 

Kejari Pekanbaru sudah menyediakan call center (082268246830 dan 081292006553) melalui aplikasi WhatsApp Messenger. 

Kepala Kejari Pekanbaru Andi Suharlis SH MH menjelaskan, masyarakat hanya perlu mengirimkan resi pelanggaran dan bukti pembayaran ke bank. Dari sana petugas akan mengecek ke sistem yang dimiliki. 

"Setelah itu, surat kendaraan yang biasanya disita akan dikirim ke rumah warga. Kami menggunakan jasa ojek online dengan sistem go send, bisa kami order dan masyarakat yang bayar," jelas Andi, Kamis siang (26/3/2020).

Andi mengatakan, penetapan sistem online itu perlu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu keluar rumah datang ke Kejari tapi pelayanan tetap dilakukan. 

Selain tilang, kemudahan juga diterapkan Kejari Pekanbaru untuk pengembalian barang bukti hasil kejahatan. Masyarakat bisa menghubungi petugas yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap. 

Melalui call center (081268289977), masyarakat mencantumkan nama terdakwa, nama jaksa penuntut umum dan jenis barang bukti. Setelah dicek dan ternyata benar, maka akan datang petugas ke rumah warga mengantarkan barang bukti.

"Hari ini ada dua pengembalian barang bukti, ini tidak pakai jasa ojek online, ada mobil kejaksaan. Tadi dua sepeda motor diantarkan petugas ke Kecamatan Rumbai," katanya.

Di tengah pandemi virus corona ini, Kejari juga merubah sistem Tahap II tindak pidana. Tersangka, pengacara, penyidik polisi dan jaksa tidak perlu lagi bertatap muka di kantor kejaksaan. 

Penyidik kepolisian hanya perlu menyelesaikan sistem administrasi dan penyerahan barang bukti tanpa kontak langsung. Setelah semuanya lengkap, perkara akan segera diajukan untuk penuntutan.

"Jadi tersangka tetap di tahanan, ini cara yang ditempuh di tengah virus corona," terang Andi yang didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum) Robi Harianto SH dan Kasi Intelijen Budiman SH. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook