Rektor UPP : Pemkab Rohul Dinilai Prioritaskan Proyek-Proyek Fisik untuk Kepentingan Politik

Jumat, 27 Maret 2020 - 21:03 WIB  
Reporter : Amin Syukri
Redaktur : Oce E Satria

Rektor UPP : Pemkab Rohul Dinilai Prioritaskan Proyek-Proyek Fisik untuk Kepentingan Politik


KORANMX.COM, ROKAN HULU--Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Rohul tahun 2020, terkait penyusunan Rencana Kerja  (Renja) Pemkab Rohul tahun 2021 sudah dilaksanakan pada Rabu (18/3), di Convention Hall Islamic Center Rohul.

Dengan mengangkat tema "Mewujudkan Pembangunan Ekonomi Inklusif yang Terintegrasi dan Berkelanjutan dengan Peningkatan daya Saing Sumber Daya Manusia yang Handal", kegiatan tersebut dihadiri Bupati Rohul H. Sukiman.

Kemudian, juga hadir Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra ST,  pejabat Forkompinda, Kepala OPD, Anggota DPRD Rohul, Perwakilan Bappeda Riau, LAMR Rohul, Rektor UPP DR. Adolf Bastian, perbankan dan tokoh masyarakat 

Dalam sambutannya, Bupati Rohul Sukiman mengatakan pembangunan di Rohul dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan hasil menggembirakan antara lain pertumbuhan Ekonomi Rohul tahun 2019 naik menjadi 4.93 persen dibanding pada tahun 2018 4.17 persen.

"Sementara PDRB per Kapita atas dasar harga mengalami kenaikan dari tahun 2018 hanya Rp48, 48 juta, pada tahun 2019 menjadi Rp48,99 juta. Persentase kemiskinan pada tahun 2018 capai 10.95 persen, mengalami penurunan menjadi 10.53 persen ditahun 2019," papar Bupati Sukiman

Kemudian tambah Bupati Sukiman, tingkat pengangguran terbuka tahun 2018 menurun dari 5,40 persen menjadi 4,17 persen tahun 2019 dari total angkatan kerja, Kemudian dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 69,38 persen tahun 2018 menjadi 69, 93 persen di tahun 2019," terang Sukiman.

Di Musrenbang 2020, Bupati Sukiman juga menjelaskan tahapan periode V dalam rangka RPJMD tahun 2016-2021, Pemkab Rohul memprioritas Pembangunan Kabupaten Rohul 2021 difokuskan dalam 5 Program prioritas

Salah satu dari 5 Program Prioritas itu, yakni memantapkan kualitas SDM dengan memastikan tersedianya layanan pendidikan dan kesehatan berkualitas serta layanan dasar lainnya secara berkelanjutan.

Sementara, Rektor UPP DR Adolf Bastian yang juga hadir pada Musrembang Rohul 2020 terkait Renja 2021 itu, dirinya mengaku apa yang disampaikan oleh Bupati Sukiman sangat bertolak belakang dengan realita yang ada.

Diakui Mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru itu, Musrembang merupakan forum musyawarah antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan Renja pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan. 

"Tujuan akhir dari Musrembang Rohul sesuai tema adalah peningkatan daya saing SDM Rohul yang unggul,"sebutnya.

Namun, kata Adolf, pada kenyataanya, selama ini Pemkab Rohul lebih tertarik menghamburkan uang rakyat pada proyek-proyek fisik yang lebih menguntungkan secara politik dan keuangan secara individu dan kelompok dari pada kegiatan yang langsung dalam peningkatan SDM itu sendiri.

Sebagai contoh nyata, sambung Adolf, selama dua tahun terakhir, alokasi anggaran Pemda untuk pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir serta kesejahteraan, baik SDM muda, guru honor komite  pendidik dan tenaga kependidikan nol besar alias tidak dianggarkan. 

"Belum lagi angka pustus sekolah disetiap jenjang pendidikan semakin tinggi karena pemda belum hadir ditengah persoalan anak putus sekolah dan gizi buruk. Jadi, sangat mudah menyimpulkan  mutu SDam Rohul 3 tahun terakhir, 3 besar terendah dari capaian SDM Kabupaten kota di Provinsi Riau,"ungkapnya.

Ditambahkan Adolf, tidak adanya dianggarkan alokasi untuk pembinaan bagi SDM muda di Rohul dibuktikan dengan sedikitnya generasi Pengusaha muda di Rohul yang berprofesi sebagai pengusaha kontruksi. Pasalnya, hampir seluruh proyek-proyek fisik di Rohul dikerjakan oleh orang dari luar daerah.

"Nah, para Generasi muda di Rohul khususnya Pengusaha muda di Rohul hanya jadi penonton. Pasalnya mereka tidak pernah dibina kompetensinya, serta tidak pernah diberi kepercayaan mengerjakan proyek-proyek di Pemda Rohul. Mereka tersingkirkan dan termarjinalkan oleh sistem dan kepentingan penguasa dan pengusaha besar,"ungkap Adolf. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook