Kadiskes Kampar: Peran Kecamatan dan Desa Kurang Memberi Pemahaman tentang Status ODP

Jumat, 03 April 2020 - 15:07 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Kadiskes Kampar: Peran Kecamatan dan Desa Kurang Memberi Pemahaman tentang Status ODP

Ilustrasi/net

KORANMX.COM, BANGKINANG - Sosialisasi yang dilakukan terus menerus oleh Dinas Kesehatan Kampar dengan Bupati Kampar dan Sekda Kampar, terlihat belum berjalan baik oleh pemerintah kecamatan dan desa. Untuk itu kita mengharapkan agar pemerintah kecamatan dan desa yang mempunyai perangkatnya mulai Kadus, RW dan RT. Bisa bekerjasama dengan baik, agar pencegahan virus COVID-19 atau corona bisa maksimal dan tidak ada korban jiwa.

" Kalau untuk yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) ini, Dinas Kesehatan sudah berkordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan dan Desa. Jadi kita harapkan kebijakan dari pihak kecamatan dan desa ini memberikan imbauan bagi orang yang berstatus ODP itu untuk melakukan Karantina Mandiri, " papar Kadis Kesehatan Kampar Dedy Sambudi, Kepada, Koranmx.com, Jum'at (03/04/2020).

Kalau pemantau ODP yang melakukan adalah tenaga medis juga, hal itu tidak mungkin.  Karena tenaga medis yang kita miliki masih sangat kurang. Untuk itu dengan sosialisasi yang kita laksanakan, agar ada peranan dari desa dan kecamatan. "Sebab mereka memiliki perangkat sampai ke bawah untuk memantau dan memberikan pemahaman untuk yang berstatus ODP warga mereka," jelasnya.

Jika pemahaman dan edukasi ini bisa tersampaikan dengan baik oleh pemerintah kecamatan, desa, kadus, RT dan RW tentunya akan memahami, sehingga rantai rantai wabah corona bisa terputus dengan adanya karantina mandiri. "Jadi sangat kita harapkan sekali, kerjasama agar ODP dipantau dan diberikan pemahaman," harapnya.

Selain itu Dedy Sambudi, mengakui kalau mereka  masih mengalami kekurangan Rapid Test  untuk pemeriksaan Corona atau  COVID-19. Karena saat ini yang dimiliki hanya 1.200 Rapid Test.

"Untuk melakukan langkah pencegahan ini mereka akan memesan kembali, dengan banyak ODP ini akan kita tambah kebutuhannya. Karena hasil pemeriksaan dari rapid test bisa diketahui 15 menit untuk yang berstatus ODP, "sebut Kadis Kesehatan.

Lanjut Dedy, sekarang ini masih status pencegahan, karena itu  rapid test yang dilakukan oleh yang berstatus ODP dilakukan untuk orang orang yang mempunyai  kriteria tertentu.  Sebab dalam pemeriksaan  Rapid Test, untuk ODP ini akan dilakukan dua kali . "Jadi ada status-statu tertentu tenaga medis yang melakukan penilaian,”ungkap Kadis Kesehatan Kampar. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook