Amankah Rokok Sampoerna? Disperindag Pekanbaru Tunggu Pernyataan Kemenkes RI

Minggu, 03 Mei 2020 - 20:08 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Amankah Rokok Sampoerna? Disperindag Pekanbaru Tunggu Pernyataan Kemenkes RI


KORANMX.COM, PEKANBARU -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Pekanbaru, mengaku hanya menunggu pernyataan dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes-RI) mengenai aman atau tidaknya rokok Sampoerna. Hal ini terkait adanya karyawan dari Pabrik PT Sampurna terpapar COVID-19.

Menurut Kepala Dinas Disperidag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut,  Disperidag tidak tahu mengenai apakah virus itu lengket atau tidaknya. Karena yang tahu itu adalah orang dari pihak Kesehatan.

"Kalau masih diberikan izin oprasional dan izin edar, berarti secara teknis tidak ada persoalan," katanya kepada Koranmx.com, Ahad (3/5/2020).

Ingot Ahmad Hutasuhut  menolak berkomentar lebih jauh karena kalau untuk menyatakan hal tersebut, pihaknya tidak punya kompetensi. Sebab takut menyalahi, karena stakeholdernya adalah pihak terkait mengenail hal tersebut.

"Saya rasa kalau virus itu lengket dan menyebarkan pada penghisapnya, tentunya produk tersebut tidak boleh dijual oleh Kemeterian Kesehatan. Jadi kita menunggu saja dari pihak yang berwenang," jelasnya.

Sebelumnya seperti dilansir JawaPos.com, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, berdasar hasil tes swab yang diketahui, karyawan Sampoerna yang positif COVID-19 hingga saat ini ada sekitar 37 orang. Sebagian dari mereka sudah melakukan isolasi di hotel dan sisanya menjalani perawatan di dua rumah sakit rujukan di Surabaya. Bahkan, hingga saat ini Dinas Kesehatan Surabaya juga terus bekerja melakukan perawatan bagi yang positif.

”Jadi itu yang dilakukan pemkot. Begitu kita mendapatkan informasi dari tim tracing, kita langsung melakukan antisipasi, baik dari sisi sosial maupun dari sisi protokol untuk perusahaan. Kita lakukan penutupan isolasi selama 14 hari dan itu sudah kami lakukan,” kata Eddy.

Pada awalnya terdapat dua karyawan pabrik PT HM Sampoerna Tbk yang positif terinfeksi COVID-19 dan sudah dirawat di rumah sakit. Namun, keduanya telah meninggal dunia. Menindaklanjuti kasus tersebut, tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim melakukan tracing terhadap sekitar 500 karyawan pabrik rokok HM Sampoerna.

Semua karyawan tersebut kemudian dilakukan rapid test dan hasilnya sebanyak 98 orang dinyatakan reaktif (positif) COVID-19. Dari 98 orang karyawan, sebagian diisolasi di sebuah hotel di Surabaya dan lainnya menjalani rawat inap di rumah sakit karena mengalami gejala klinis COVID-19.

Sementara itu, Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan, pihak manajemen telah menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2, Surabaya, sejak 27 April. Penghentian sementara itu bertujuan untuk melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2. ”Ini juga sekaligus menghentikan tingkat penyebaran COVID-19 yang sekarang telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut,” ujar Elvira. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook