Limbah Kembali Cemari Sungai Tapung, PKS PTPN V Tak Merespon

Minggu, 31 Mei 2020 - 09:00 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Limbah Kembali Cemari Sungai Tapung, PKS PTPN V Tak Merespon


KORANMX.COM, KAMPAR. -- Masyarakat Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu kembali meradang dengan dicemarinya Sungai Tapung oleh limbah perusahaan, Sabtu (30/5/2020). Sehingga hal ini menyebabkan air tidak bisa digunakan dan ikan banyak ditemukan mati karena tercemar limbah.

Perwakilan Ikatan Masyarakat Kasikan Peduli Sungai Tapung (IMKPST) Ulil Amri, merasa resah dengan ulah perusahaan yang sengaja membuang limbah ke sungai Tapung, karena sungai ini digunakan masyarakat.

"Saya tidak menuduh, tapi saya menduga ini limbah berasal ‎Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kebun Tandun PTPN V, yang beroperasi di Desa Talang Danto, Kecamatan Tapung Hulu.Karena untuk sungai Tapung yang mengarah ke hilir, yang ada PKS hanya PTPN V saja. Tentunya ini mengarah keperusahaan plat merah tersebut," ungkapnya kepada KoranMX.com.

Ulil mengatakan, kalau bukan perusahaan milik BUMN ini pelaku pembuangan limbah, harusnya manejer PKS PTPN V ini merespon jika ada hal seperti ini terjadi. "Tetapi malah manejer tersebut memblokir nomor telpon saya. Jadi gimana mau berkomunikasi dengan baik," ungkapnya dengan nada kesal.

Jadi dengan hal seperti ini, sebut Ulil, masyarakat tidak tahu kemana mau mengadu mengenai pencemaran limbah. Sebab untuk pihak kecamatan dan kepala desa saja tidak merespon keluhan. "Karena ini bukan kejadian yang baru, tetapi sudah sering terjadi," ujarnya.


Lapor ke DPRD Kampar dan DLH Kampar

Untuk masalah ini, sebut Uli, ia sudah menghubungi Wakil Ketua DPRD Kampar Repol dan direspon. Begitu juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar sudah ia hubungi.

"Tetapi sebelumnya sangat sulit menghubungi DLH Kampar. Namun saya coba terus hubungi kemudian direspon dan mereka akan turun hari ini Minggu 1 Juni 2020," bebernya.

Ia berharap masalah limbah yang mencemari Sungai Tapung ini secepatnya ditindak perusahaanya. Karena sudah sangat merugikan masyarakat. 

"Kehadiran DLH Kampar, harus memberi arti penting dalam menindak perusahaan yang melakukan pencemaran sungai jangan malah melindungi," kata Ulil.

Sedangkan Mananjer PKS PTPN V Rulianta Ginting ketika coba ditanyakan melalui pesan yang dikirim KoranMX.com, mengenai dugaan limbah  perusahaan yang mengalir kesungai tapung, belum memberikan jawaban.***.



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook