Mahasiswa Riau Tak Tolerir Pencurian Sawit, Tapi Perusahaan Tak Boleh Abai Ketimpangan Ekonomi Warga

Sabtu, 06 Juni 2020 - 16:13 WIB  
Redaktur : Oce E Satria

Mahasiswa Riau Tak Tolerir Pencurian Sawit, Tapi Perusahaan Tak Boleh Abai Ketimpangan Ekonomi Warga


KORANMX.COM, PEKANBARU-- Kasus pencurian 3 tandan sawit milik PTPNV oleh seorang ibu tiga anak di Rohul disikali mahasiswa.

Sandika Syaputra  dari STIFAR Riau, menilai seharusnya pihak PTPN dan pemerintah  lebih peka dan selektif terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat.

''Kami mahasiswa Riau tidak membenarkan adanya kegiatan pencurian atau sejenisnya. Namun jika ada ketimpangan ekonomi di sekitar perusahaan maka PTPN dan pemerintah wajib hukumnya memberdayakan dan membantu jangan sampai keberadaan perusahaan malah menjadikan dampak yang tidak menguntungkan bagi warga sekitar,'' terang mahasiswa yang karib disapa Dika ini. 

PTPN V, kata dia, juga telah mengklarifikasi bahwa kedua belah pihak telah berdamai dan juga memberikan kebutuhan sembako kepada Bu Rika serta PTPN V juga membuka diri untuk Bu Rika bekerja di perusahaan tersebut.

Dalam penyampaiannya, perwakilan mahasiswa Riau berjumlah 8 orang yang diwakilkan oleh Sandika Syaputra (STIFAR Riau), James Fajri Alfath (STIE Riau Akbar), dan Robby Kurniawan (UMRI) menyatakan sikap dan sejumlah rekomendasi kepada PTPN V Provinsi Riau yakni, tetap bijak dalam melakukan kegiatan pengamanan terhadap usaha yang dilakukan.

Kemudian melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat di mana usaha berdiri seperti masyarakat adat, ninik mamak, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat.

Tetap melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat bersama seperti kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat.
Tetap profesional dalam menjalankan usaha dengan melibatkan masyarakat lokal untuk dapat bekerja di perkebunan tersebut.

PTPN V dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat secara masif dan terstruktur untuk membantu perekonomian masyarakat di wilayah kerja PTPN V.
Dengan dilibatkan masyarakat sekitar untuk dapat bekerja di perusahaan tentu mereka akan menjaga aset yang ada karena merupakan bagian dari tanggung jawabnya.

Tetap profesional dalam menjalankan CSR dan memantau serta mengevaluasi dana yang disediakan sampai kepada yang membutuhkan.

Mediasi ditutup dengan penyerahan ganti rugi yang digalang oleh mahasiswa Riau kepada PTPN V sebanyak Rp76.500 + Rp500 (Rp.77.000) dan semoga dana ini dapat mengganti kerugian yang dialami perusahaan.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook