Dua Anak Sapi Tewas, Jejak Harimau Ditemukan di TKP

Minggu, 14 Juni 2020 - 22:14 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Dua Anak Sapi Tewas, Jejak Harimau Ditemukan di TKP


KORANMX.COM, TAPUNG -- 
Dua anak sapi tak dimasukkan ke dalam kandang, melainkan hanya diikat di luar kandang. Pemiliknya, Saryanto dan Ari, warga Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, jelas teledor. Esoknya dua anak sapi itu ditemukan tak bernyawa akibat diterkam harimau.

Peristiwa penerkaman oleh harimau itu diperkirakan terjadi Sabtu (13/6/2020) subuh. Kedua anak sapi ditemukan di kebun sawit masyarakat di Dusun 2, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir.

Saryanto dan Ari pun langsung melapor ke kepala desa. Mereka menceritakan kondisi kedua sapi yang tewas dengan luka cakar dan gigitan.

Oleh Kades Kota Garo, Hj Ilyas Sayang aduan warganga tersebut diteruskan ke Balai Besar KSDA Riau di Pekanbaru.

''Tim langsung kami turunkan ke lokasi,'' kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono yang dikonfirmasi, Ahad (14/6/2020).

Tim BBKSDA datang ke lokasi bersama perangkat desa Kota Garo, Babinsa dan masyarakat setempat. 

Lokasi temuan, sebut Suharyono berada di kebun sawit masyarakat di Dusun 2, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

"Dua anak sapi itu tidak sempat dimakan. Hanya terlihat bekas cakaran dan gigitan di tubuh keduanya,'' ungkap Suharyono.



Menurut hasil analisa petugas di TKP dan keterangan dari pemilik sapi serangan terhadap kedua anak sapi tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (13/6/2020) subuh. 

Kecurigaan pada harimau sebagai pelaku cocok dengan  ditemukannya jejak kaki di sekitar TKP. Jejak kaki  harimau dengan ukuran 14x13 sentimeter tersebut mulai pudar akibat hujan . 

Selain itu, hasil pengecekan di sekitar lokasi, juga ditemukan jejak kaki harimau yang masih segar.

''Tetapi saat tim mengecek jejak tersebut sudah hilang karena tergerus air hujan,'' kata Suharyono.

Hasil koordinasi dengan perangkat Desa. Kades Kota Garo Hj. Ilyas Sayang, kata Suharyono,  sejak dulu masyarakat setempat hidup berdampingan dengan harimau.

''Masyarakat diminta tidak perlu takut terhadap Harimau tersebut,'' harap Suharyono. 

Namun, pesan Suharyono, apabila masyarakat menemukan jejak atau sosok harimau. Ia berpesan agar menghubungi Call Center Balai Besar KSDA Riau di Nomor 081374742981.

Selain memberikan pesan, Tim Balai Besar KSDA Riau yang turun kelokasi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktifitas dan tidak melakukan perburuan serta pemasangan jerat terhadap Harimau Sumatera dan mangsanya. 

''Tim juga menyebarkan lembaran poster kepada masyarakat agar masyarakat lebih paham akan aktifitas Harimau Sumatera dan cara menghadapi konflik dengan satwa tersebut,'' kata dia.

Sedangkan, langkah yang dilakukan sebut Suharyono, pihaknya segera melakukan survei lokasi pemasangan kamera penjebak di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui individu Harimau Sumatera dan juga sosialisasi lanjutan kepada masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

''Kami mengimbau agar masyarakat dapat bekerja sama dengan baik dengan Balai Besar KSDA Riau, tidak bertindak anarkis dan tidak percaya kabar bohong ( hoax). Jika mendapat informasi baru dan benar, agar segera menghubungi Call Center Balai Besar KSDA Riau di Nomor 081374742981,'' pungkasnya.***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook