Pesawat Tempur Hawk 200 TNI AU Jatuh di Ujung Runway Lanud Rusmin Nurjadin

Senin, 15 Juni 2020 - 10:23 WIB  
Redaktur : Oce E Satria

Pesawat Tempur Hawk 200 TNI AU Jatuh di Ujung Runway Lanud Rusmin Nurjadin


KORAANMX.COM, PEKANBARU -- TNI AU melalui Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma Fajar Adriyanto mengabarkan,  bahwa pesawat jenis Hawk 200 jatuh di Pangkalan Rusmin Nurjadin Pekanbaru Riau, Senin (15/6/2020) pagi.

"Telah terjadi accident (insiden pesawat jenis Hawk 200 TT 0209 H. Lanud Rusmin Nuryadin," kata Fajar, Senin (15/6/2020).

Dalam insiden itu Pilot dinyatakan selamat setelah berhasil keluar dari pesawat.

“Pesawat tempur jenis Hawk 200. Nomor lambung 0209. Jatuh di ujung runway 5 KM sebelum mendarat,” ucap Marsma TNI AU, Fajar Adriyanto

Dia mengungkapkan pilot sempat eject dari pesawat dan dinyatakan selamat. Tim SAR sedang menuju ke lokasi untuk evakuasi.

Belum diketahui penyebab pesawat tersebut mengalami kecelakaan. Kondisi pilot juga belum diketahui. "Belum dapat laporan," ujarnya.

 

HAWK 200: Mungil Berdaya Sengat Tinggi

TNI AU mulai dilengkapi pesawat ini di tahun 1990-an, melengkapi varian Hawk yang lebih lama yaitu Hawk Mk 53 yang peran utamanya adalah sebagai pesawat latih lanjut. Lumayan banyak pesawat ini yang diborong, yaitu 32 buah yang terdiri atas varian latih tempur Hawk 109 dan varian tempur Hawk 209.

Khusus Hawk 109/209 ditempatkan di dua pangkalan TNI AU yang berdekatan dengan perbatasan yaitu di Lanud Simpang Tiga (kini Lanud Roesmin Noeryadin) Pekanbaru, Riau di Skadron Udara 12 Black Panther dan Lanud Supadio Pontianak, Kalimantan Barat di Skadron Udara 1.

Seperti diungkapkan dalam situs pembaca majalah kedirgantaraan Angkasa yang dikutip Solopos, Hawk 109 berkursi ganda yang dibeli TNI AU merupakan jenis pesawat latih lanjut tempur atau Lead In Fighter Trainer (LIFT). Pesawat seperti ini disebut akan lebih cepat membuat calon penerbang tempur beradaptasi dengan kondisi tempur karena kemampuannya yang bisa menirukan segala jenis manuver tempur.

Pesawat ini mampu mencapai kecepatan Mach 0.88 pada penerbangan mendatar dan Mach 1,15 saat menukik, sehingga siswa penerbang bisa merasakan penerbangan transonik sebelum memasuki tahap penerbangan supersonik.

Hawk seri 200 mampu menggotong berbagai persenjataan seperti rudal udara ke darat AGM-65 Maverick, rudal anti kapal Sea Eagle, torpedo, serta berbagai macam bom. Tak heran kalau dengan kemampuan gotong senjatanya ini Hawk 200 bisa disebut sebagai si mungil berdaya sengat tinggi. Salah satu buktinya, kabarnya saat Timor Timur hendak lepas dari Indonesia tahun 1999, pesawat ini sempat beberapa kali mengejar dan membayangi sejumlah pesawat tempur Australia yang menyelinap ke ruang udara RI di atas Pulau Timor. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook