Agar Bisa Kerja di Puskesmas, THL Mengaku Dipungut Rp25 Juta

Selasa, 16 Juni 2020 - 21:14 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Agar Bisa Kerja di Puskesmas, THL Mengaku Dipungut Rp25 Juta


KORANMX.COM, BANGKINANG - Ternyata untuk mengabdi sebagai petugas medis kesehatan dan mengabdi ke masyarakat bukan perkara mudah.  Bahkan untuk bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Puskesmas, mengaku harus mengeluarkan uang sampai Rp25 Juta.

Hal ini diutarakan oleh salah seorang sumber Koranmx.com, di mana salah seorang anggota keluarganya harus mengeluarkan uang yang cukup besar untuk bisa bekerja di Puskesmas Bangkinang.

"Cukup lumayan besar biaya untuk menjadi tenaga kesehatan.  Sepertinya ini sudah menjadi tradisi di Dinas Kesehatan atau ada oknum yang memanfaatkan posisi jabatannya," keluh sumber yang minta namanya dirahasiakan, Selasa (16/06/2020).

Ia berharap apa yang dialami anggota keluarganya itu, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dan wakil rakyat DPRD Kampar.
  
"Kalau memang tenaga kesehatan itu diperlukan di Kampar, kenapa harus ada pungutan. Padahal peran medis sangat perlu untuk menyehatkan masyarakat," katanya.

Kepala Puskesmas Bangkinang, Zolmiwardi yang ditanyakan melalui pesan WhatsApp mengenai apa dasar adanya kutipan uang Rp25 juta, mengatakan, mereka datang ke dirinya, karena mereka Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Puskesmas. 

Lanjut Zolmiwardi, menjawab mengenai dasar ia mengutip uang tersebut,  hal itu sudah dibahas dengan pihak bersangkutan. Kemudian dia katakan masalah uang coba tanya lagi. "Mereka minta tolong dan bahas masalah uang, udah selesai sama mereka," ucapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dedy Sambudy yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengenai adanya penerimaan THL di Dinas Kesehatan Kampar, mengaku hal itu tidak ada. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook