Digerebek Tim Patroli Karhutla, Penjarah Kayu di TNTN Kabur

Selasa, 16 Juni 2020 - 21:17 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Hendra Nainggolan

Digerebek Tim Patroli Karhutla, Penjarah Kayu di TNTN Kabur


KORANMX.COM, PEKANBARU--Praktik illegal logging dipergoki tim gabungan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau. Selasa (16/6/2020) sore, dipimpin Kapolsek Ukui AKP L Sinaga, tim Polhut dan Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung melakukan olah TKP.

Penggrebekan praktik illog itu, kata Babinsa Koramil 04 Pangkalan Kuras Kodim 0313 Kampar, Serka Samsul kepada Koranmx.com Selasa (16/6/2020) dipergoki, pada Sabtu (13/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIB lalu.

''Awalnya, kami hanya bertujuan patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla),'' terang Samsul.

Patroli Sabtu itu, sebut Samsul terdiri dari 12 orang yakni Komandan Koramil 04 Pangkalan Kuras, Polhut, Brigade Pengendalian Taman Tesso Nilo.

Dari pos TNTN, 12 orang ini kemudian  bergerak menuju sektor Lancang Kuning, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

''Persisnya di jalan besar kami melihat jalan yang baru dibuat. Terlihat ada jejak mobil colt diesel,'' kata Samsul.

Penasaran melihat jejak itu, tim masuk semakin dalam. Sekitar 20 kilometer berjalan, lalu ditemukan ada aktifitas ilog.

Sedang memperhatikan keadaan sekeliling, tim tiba-tiba mendengar raungan mesin chainsaw.

''Kami langsung mengendap-endap, untuk melihat aktifitas pelaku. Berjarak sekitar 10 meter dari para pelaku,'' ungkap Samsul.

Namun, saat akan menangkap tangan para pelaku kabur, karena telah mengetahui kedatangan petugas.
 
''Mereka langsung kabur, karena mereka sudah biasa dan paham kondisi lokasi,'' ujar Samsul.

Setelah pelaku kabur, tim langsung mengecek kondisi TKP. Hasilnya, ditemukan dua unit alat pemotong kayu (chainsaw,red) beserta dua unit sepeda motor untuk melangsir ke lokasi tempat terakhir mobil bisa masuk.

''Motor itu sudah dimodifikasi, sehingga mampu melewati medan,'' terang Samsul.

Selain itu, tim gabungan juga menemukan adanya rel terbuat dari kayu untuk melangsir kayu.

Sementara itu, tim gabungan juga menemukan bekas jarahan kayu-kayu raksasa berukuran diameter 1 sampai 2 meter telah ditebangi. 

Dugaan awal sebut Samsul, pihaknya memperkirakan aktifitas ilog itu sudah berlangsung sebulan belakangan.

''Dari pantuan kita, setelah kayu besar dipotong di lokasi langsung dipotong-potong menjadi papan. Kemudian diangkut menggunakan mobil coltdiesel,'' terang Samsul.

Terkait kasus ini, dari hasil olah TKP. Polres Pelalawan, kata Samsul akan melakukan penyelidikan.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook