Besarnya Biaya Jadi TKS Puskesmas

Kepala Puskesmas Bangkinang Sebut Uang Rp25 Juta  Itu Hanya Titipan, Silahkan  Ambil Kembali

Rabu, 17 Juni 2020 - 16:00 WIB  
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Kepala Puskesmas Bangkinang Sebut Uang Rp25 Juta  Itu Hanya Titipan, Silahkan  Ambil Kembali


KORANMX.COM, BANGKINANG - ‎Kepala Puskesmas Bangkinang Zolmiwardi, membantah bahwa dirinya terima uang dalam penerimaan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) puskesmas. Uang Rp25 juta itu akunya,  adalah uang titipan dari mereka TKS di puskesmas yang dia pimpin. 

"Mereka yang TKS datang minta tolong, karena ada THL yang lolos jadi PNS, agar mereka yang mengisi THL. Namun untuk masalah uang saya tidak ada bicara, tetapi dari mereka mengatakan kalau ada apa mereka siap," katanya kepada Koranmx.com, Rabu (17/6/2020).

Saat ditanyakan bahwa tidak ada penerimaan THL yang dibuka Dinas Kesehatan Kampar, Kepala Puskesmas Bangkinang Zolmiwardi membenarkan kalau tidak ada penerimaan THL. "Karena kalau penerimaan tentunya akan disebarkan melalui media massa, agar masyarakat tahu," ujarnya.

Sekarang ini Surat Izin Kerja (SIK) mereka belum keluar, tapi dia sudah laporkan, mana tahu bisa diganti THL yang lolos jadi PNS tersebut. "Tetapi sampai sekarang ini Bapak Kadis Kesehatan belum ada menerbitkan  SIK," ungkapnya.

Ia kembali mengatakan, mengenai uang itu mereka menitipkan padanya sebesar Rp25 Juta. Jadi mengenai masalah uang-uang itu ia menyebut sudah selesai. "Namanya orang minta tolong, tentunya hal ini saya sampaikan kepada Bapak Kadis," ucapnya.

Mengenai SIK THL itu belum keluar, karena belum ada anggarannya, kata Zolmiwardi. Kalau anggaranya ada tentunya akan disampaikan Bapak Kadis sama pejabat yang di atas. "Jadi seperti itu jalurnya," ucapnya lagi sembari mengatakan kalau orang minta tolong tentu dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Saat ditanya mengenai TKS yang ingin menjadi THL  memberikan uang kepadanya, Zolmiwardi, mengatakan kalau uang itu hanya dititip. Kemarin mereka dari TKS  datang meminta uang. "Jadi akan kita kembalikan uangnya, karena uang itu hanya dititip, silahkan diambil," sebutnya sembari mengatakan bahwa uang itu tidak dipakai.

‎Seperti diberitakan Koranmx.com Selasa kemarin,  salah seorang sumber Koranmx.com, mengaku  salah seorang anggota keluarganya harus mengeluarkan uang yang cukup besar untuk bekerja di Puskesmas Bangkinang.

"Cukup lumayan besar untuk menjadi tenaga kesehatan, sepertinya ini sudah menjadi tradisi di Dinas Kesehatan atau ada oknum yang memanfaat posisi jabatanya," ungkap sumber yang minta namanya dirahasiakan, Selasa (16/6/2020) kemarin

Dengan adanya hal seperti ini, ia berharap bisa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dan wakil rakyat DPRD Kampar,. 

"Kalau memang tenaga kesehatan itu diperlukan di Kampar, kenapa harus ada pungutan. Padahal peran medis sangat perlu untuk menyehatkan masyarakat,"katanya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook