PWI Riau Inisiasi Budidaya Ikan Kolam Bioflok, Ini Keunggulannya

Sabtu, 20 Juni 2020 - 09:47 WIB  
Redaktur : Oce E Satria

PWI Riau Inisiasi Budidaya Ikan Kolam Bioflok, Ini Keunggulannya

Rombongan Pengurus PWI Riau meninjau langsung tempat pembuatan kolam bioflok milik Azer Afwan di Jalan Sekuntum, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

KORANMX.COM, PEKANBARU -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau dalam waktu dekat akan segera membuat budidaya ikan dengan sistem bioflok. Kegiatan ini sebagai upaya menggerakkan ekonomi insan media di Riau di tengah terpaan pandemi Covid-19.

Bagi sebagian orang kata bioflok masih terdengar belum familiar. Bioflok adalah kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, ataupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan (floc).  Biofloc adalah flok atau gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan mikroorganisme hidup yang melayang-layang di air.

Kamis (19/6/2020) lalu Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang 
membawa pengurus Koperasi Pena Emas PWI Riau dan Pengurus PWI Peduli meninjau langsung tempat pembuatan kolam bioflok milik Azer Afwan di Jalan Sekuntum, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Di sana rombongan melihat langsung tiga kolam bioflok yang berada di pekarangan samping rumah Azer Azwan. Di mana satu unitnya berisi indukan ikan lele dan beberapa ekor ikan patin.

Kepada Azer Azwan,  Zulmansyah menyampaikan, bahwa kedatangan rombongan PWI Riau untuk mengetahui proses budidaya ikan dengan kolam bioflok, termasuk prmodalannya.

"Bang Azer Afwan, kami ada rencana untuk membuat kolam bioflok ini di PWI Riau. Di samping kolam biasa yang sudah ada di pekarangan kiri dan kanan Kantor PWI saat ini," kata Zulmansyah.

 

Keunggulan  bioflok

Budidaya ikan nila sistem bioflok memiliki sejumlah keunggulan. Dikutip dari situs Mongabay Indonesia , keunggulan sistem bioflok yakni  meningkatkan kelangsungan hidup (survival rate/SR) hingga lebih dari 90 persen dan tanpa pergantian air. Air bekas budidaya juga tidak berbau, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar dan dapat disinergikan dengan budidaya tanaman misalnya sayur-sayuran dan buah-buahan.

Hal ini dikarenakan adanya mikroorganisme yang mampu mengurai limbah budidaya menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman.

Keunggulan lainnya adalah Feed Conversion Ratio (FCR) atau perbandingan antara berat pakan dengan berat total (biomass) ikan dalam satu siklus periode budidaya mencapai 1,03. Artinya 1,03 kg pakan menghasilkan 1 kilogram ikan Nila.

Ini lebih efisien jika dibandingkan dengan pemeliharaan di kolam biasa FCR-nya mencapai angka 1,5.

Masih ada empat keunggulan lainnya, yaitu padat tebar ikan mencapai volume 100-150 ekor/m3 atau 10-15 kali lipat dibanding dengan pemeliharaan di kolam biasa yang hanya 10 ekor/m3.

Kelebihan lainnya, misalnya lele,  tidak meninggalkan bau seperti halnya budidaya lele secara konvensional. 
 

Seorang pembudidaya ikan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, mulai mencoba budidaya ikan lele metode bioflok ini di pekarangan rumah. Kelebihannya karena tidak meninggalkan bau seperti halnya budidaya lele secara konvensional. Foto: Wahyu Chandra/Mongabay-Indonesia


Sistem bioflok juga mampu meningkatkan produktivitas hingga 25-30 kg/m3 atau 12-15 kali lipat jika dibandingkan dengan di kolam biasa yaitu sebanyak 2 kg/m3. Waktu pemeliharaan lebih singkat, dengan benih awal yang ditebar berukuran 8-10 cm, selama 3 bulan pemeliharaan.

Benih tersebut mampu tumbuh hingga ukuran 250-300 gram per ekor, sedangkan untuk mencapai ukuran yang sama di kolam biasa membutuhkan waktu 4-6 bulan.

Ikan nila, misalnya. Ikan nila sistem bioflok lebih gemuk karena hasil pencernaan makanan yang optimal. Dan komposisi daging atau karkasnya lebih banyak, serta kandungan air dalam dagingnya lebih sedikit. Secara bisnis, budidaya ikan nila juga sangat menguntungkan karena harganya cukup baik dan stabil di pasaran.

Zulmansyah, sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Ir Herman Mahmud dan tim juga sudah meninjau kolam ikan yang sudah ada di area kiri dan kanan halaman Kantor PWI Riau. Dan Kepala Dinas nanti siap membantu PWI dalam hal bibit ikan. 

"Bang Herman (Kadis Perikanan) akan membantu bibit. Karena itu, kami menemui Bang Azer Afwan untuk konsultasi tentang budidaya ikan khususnya Ikan Lele dengan sistem kolam biofloc. Karena Bang Azer Afwan sangat ahli dan berpengalaman membudidayakan ikan  dengan kolam biofloc ini," ujar Zulmansyah.

 

Siap bantu PWI Riau

Menanggapi Zulmansyah Sekedang, Azer Afwan mengucapkan terima kasih atas kunjungan pengurus PWI Riau dan rombongan ke Biofloc Mitra Riau yang dikelolanya.

Alumni Fakultas Perikanan Universitas Riau tahun 1983 ini menyambut baik rencana PWI Riau untuk membuat budidaya ikan melalui kolam bioflok ini. 

"Saya siap membantu untuk mengawal dan melatih kawan-kawan PWI Riau, mulai dari membuat kolamnya sampai cara memberi pakan," ucap Azer Afwan.

Dan mengenai biaya pembuatan kolam hingga selesai, beber Azer Afwan, diperkirakan sebesar Rp3 juta. Biaya itu sudah termasuk alat aerator yang berfungsi untuk membuat gelembung udara agar ada oxigen di dalam air.

"Kolamnya ukurannya bisa 2,5 diameter dengan tinggi 1 meter atau 3 diameter kali 1 meter. Untuk kolam 2,5 diameter bisa diisi 3 ribu sampai 5 ribu ekor ikan. Sedangkan kolam 3 diameter bisa menampung hingga 7 ribu ekor ikan. Karena itu, agar ikan tersebut tidak mati maka diperlukan aerator supaya ada oxigen di dalam air," terang Azer Afwan seraya menyampaikan, banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari budidaya ikan dengan kolam biofloc ini. Antara lain air tidak perlu diganti setiap saat karena airnya tidak mengeluarkan bau, rasa ikannya juga tidak amis atau anyir seperti aroma ikan dalam kolam biasa dan perkembangan ikannya bisa dipantau setiap saat.

"Khusus untuk air supaya tidak bau, kita ada cairan namanya probiotic yang kita taburkan ke dalam kolam. Cairan ini berisi bakteri yang bisa mengurai kotoran ikan dan membuat warna air stabil. Karena itu air tidak bau dan kotoran yang diurai oleh bakteri ini bisa menjadi makanan ikan. Harga perliternya Rp50 ribu," terang Azer Afwan. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook