Sepakati Kerja Sama Ekspor ke Luar Negeri

Angkat Perekonomian Petani, MT Luncurkan Pilot Project Budidaya Talas Beneng

Minggu, 21 Juni 2020 - 19:44 WIB  

Angkat Perekonomian Petani, MT Luncurkan Pilot Project Budidaya Talas Beneng

Mahmuzin Taher saat berkunjung ke perkebunan talas beneng di Pandeglang, Banten.

MERANTI--Bakal calon Bupati Kepulauan Meranti Mahmuzin Taher melakukan aksi nyata sempena Hari Krida Pertanian 21 Juni 2020. Yakni meluncurkan pilot project (program percontohan) budidaya talas beneng.

Mahmuzin mengungkapkan, program percontohan itu diluncurkannya bertujuan sebagai salah satu upaya mengangkat perekonomian petani di Kabupaten Kepulauan Meranti. Juga sebagai salah satu solusi recovery ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan masing-masing.

"Umumnya petani kita di Kepulauan Meranti masih bergantung dari hasil perkebunan sagu, kelapa dan karet yang untuk tumbuh hingga panen memerlukan waktu lama. Kini kita perkenalkan tanaman talas beneng yang bisa panen dalam waktu 6 bulan dan bisa ditanam tumpang sari," ungkapnya.

Dijelaskan Mahmuzin, hasil dari budidaya talas beneng ini memiliki prospek pasar dan nilai ekonomi yang cukup bagus. Untuk tahap pertama program percontohan pengembangan budidaya di Kabupaten Kepulauan Meranti, didatangkannya 5 ribu bibit dari Pandeglang, Provinsi Banten.

"Ini sudah kita rencanakan sejak beberapa bulan lalu. Beberapa lokasi lahan milik masyarakat sudah siap untuk ditanam dalam rangka program percontohan, seperti di Desa Pangkalan Balai Kecamatan Pulau Merbau, Desa Beting dan Desa Tanjung Bakau Kecamatan Rangsang serta Desa Alahair Kecamatan Tebing Tinggi," ujarnya.

Untuk memaksimalkan program pengembangan budidaya talas beneng di Kabupaten Kepulauan Meranti, Mahmuzin Taher telah pula membuat kesepakatan dengan petani pemasok bibit dan penyuluh pertanian talas beneng dari Pandeglang Banten. Bahkan untuk jangka panjang disepakati pula kerja sama ekspor bersama ke Belanda, Jepang dan Korea yang akan handle langsung dari Kepulauan Meranti via Singapura atau Port Klang Malaysia. Mahmuzin Taher akan membimbing langsung proses dan mekanisme ekspor tersebut.

"Jika program percontohan ini berhasil, maka nantinya akan kita kembangkan dengan skala besar di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita sudah sepakat dengan pihak industri, akan menampung hasil pertanian masyarakat dalam bentuk tepung untuk bahan baku makanan dan daun sebagai bahan rokok herbal dan obat-obatan. Detailnya nanti akan kita sosialisasikan saat pertemuan dengan masyarakat," jelasnya. mx



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook