Lepas 5.000 Bibit Talas Beneng

MT Pastikan Kawal Proses Produksi hingga Ekspor

Senin, 22 Juni 2020 - 14:57 WIB  

MT Pastikan Kawal Proses Produksi hingga Ekspor

Mahmuzin Taher saat berkunjung ke perkebunan talas beneng di Pandeglang, Banten.

MERANTI--Bakal calon Bupati Kepulauan Meranti Mahmuzin Taher (MT) memastikan akan mengawal proses produksi hingga mekanisme ekspor talas beneng di Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal itu diungkapkannya usai melepas langsung pengiriman lima ribu bibit talas beneng dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menuju Kabupaten Kepulauan Meranti, kemarin.

"Saya akan kawal proses mulai dari pengembangan produksi hingga ekspor di Kabupaten Kepulauan Meranti. Supaya hilirisasi dapat terserap dengan nilai maksimal dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan musiman," ujarnya.

Talas beneng yang memiliki nama latin Xantoshoma Undipers K.Koch, mulai dikenal banyak orang sejak tahun 2008. Umbi batangnya yang dipanen berukuran panjang dan besar di atas permukaan tanah, ternyata kaya akan manfaat.

"Talas ini memiliki kandungan protein tinggi dan aman dikonsumsi penderita atau mereka yang berpotensi diabetes," ujar Mahmuzin Taher mengutip informasi dari Kementerian Pertanian RI.

Hasil produksi talas beneng yang kini diekspor ke Belanda, Jepang dan Korea ini, memiliki tinggi mencapai lebih dari dua meter dan panjang yang siap dipanen bisa mencapai 1,2 sampai 1,5 meter.

"Bobot umbi batang ini juga mencapai 35 kilogram sampai 45 kilogram jika dipanen saat berumur 2 tahun," ujarnya.

Penanaman talas ini, jelas Mahmuzin, tidak terpengaruh oleh curah hujan. Biasanya petani di Provinsi Banten bisa memanen saat umur talas mencapai 6 sampai 8 bulan.

"Hasil olahan talas beneng ini sudah banyak dijual dalam bentuk tepung di wilayah Jabodetabek. Semoga ke depannya pengembangan budidaya talas beneng di Kabupaten Kepulauan Meranti bisa dengan cepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harap Mahmuzin Taher. 

Kaya Akan Manfaat
Hampir semua orang mengetahui daun talas. Tapi, manfaatnya banyak yang belum mengetahui secara pasti.

Talas atau taro merupakan tanaman tropis yang banyak ditemukan di Asia Tenggara dan selatan. Selama ini, umbi talas sering dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat.

Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, di mana padi tidak dapat tumbuh, antara lain di Kepulauan Mentawai dan Papua, talas dimakan sebagai makanan pokok, dengan cara dipanggang, dikukus, atau dimasak dalam tabung bambu.

Selain umbinya, ternyata daun talas juga bisa dimanfaatkan sebagai sayur. Seperti sayur lompong dari Jawa Barat, sejenis gulai yang memanfaatkan bagian pucuk dan tangkai daun talas yang muda, dimasak dengan atau tanpa santan kelapa.

Baik umbi dan daun talas kaya akan manfaat. Memiliki nilai gizi yang tinggi. Daun talas berbentuk hati dan berwarna hijau tua, rasanya seperti bayam saat dimasak.

Berdasarkan referensi berbagai sumber, daun tanaman yang memiliki nama ilmiah Colocasia Esculenta ini memiliki batang panjang yang juga bisa dimakan.

Dalam 100 gram daun talas mengandung 86.66 gram air dan 42 kkal energi. Selain itu, daun talas juga mengandung protein, serat, vitamin C, zat besi, serta berbagai mineral.

Daun talas merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, antioksidan yang larut dalam air. Vitamin ini memiliki efek antikanker yang kuat yang menghambat pertumbuhan tumor kanker dan menurunkan perkembangan proliferasi sel kanker.

Menurut sebuah penelitian, konsumsi talas dapat menurunkan tingkat kanker usus besar. Studi lain juga menunjukkan efektivitas talas dalam mengurangi sel kanker payudara.

Daun talas juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi karena adanya saponin, tanin, karbohidrat dan flavonoid. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke, merusak pembuluh darah otak dan menghalangi aliran darah ke otak. Ini juga menyebabkan penyakit jantung iskemik.

Daun talas juga meningkatkan imunitas. Karena daun talas mengandung vitamin C dalam jumlah yang signifikan, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara efisien.

Beberapa sel, terutama sel-t dan fagosit dari sistem kekebalan memerlukan vitamin C agar bisa berfungsi dengan baik. Jika vitamin C dalam tubuh terlalu rendah, sistem kekebalan tidak mampu melawan patogen.

Tanaman ini juga bisa mencegah diabetes, mengatasi masalah pencernaan, meningkatkan kesehatan mata, kurangi peradangan, lindungi sistem saraf serta mencegah anemia. mx



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook