Tiga Tenaga Kesehatan Inhil Positif Covid-19

Selasa, 23 Juni 2020 - 20:48 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Tiga Tenaga Kesehatan Inhil Positif Covid-19


KORANMX.COM, PEKANBARU--Tiga tenaga kesehatan di Rumah Sakit Puri Husada, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang dinyatakan, positif Covid-19, Selasa (23/6/2020).Ini memberi peringatan agar tenaga kesehatan (nakes) harus  bekerja sesuai aturan.

Dengan kondisi ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau menyebutkan, bahwa temuan ini sebagai warning bagi Nakes diseluruh Riau. Agar berhati-hati dan bekerja sesuai aturan dan ketentuan yang ditetapkan.

Tiga orang yang positif ini, sebut Yovi, adalah pasien nomor 167 inisial Nyonya AKD (39) warga Kabupaten Indragiri Hilir.

''Nyonya AKD ini merupakan tenaga Kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,'' terang Yovi.

Lalu, pasien 168 positif covid-19 di Riau adalah Nyonya DF (41) warga Kabupaten Indragiri Hilir yang juga merupakan tenaga Kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan.

Sedangkan pasien 169 adalah Tuan R (38) yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir.

''Beda dengan Nyonya AKD dan Nyonya DF. Kalau tuan R merupakan karyawan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,'' kata Yovi.

''Dengan positifnya dua tenaga medis, dan pegawai rumah sakit. Saya himbau teman-teman nakes, agar bekerja sesuai aturan yang diterapkan WHO dan Pemerintah.

Ditanya, mengapa nakes di RS Puri Husada bisa positif Covid-19. Yovi mengatakan, sebenarnya bahwa protokol kesehatan paling dilakukan itu di rumah sakit.

Menurut dia, dari koordinasi dengan dokter Alexis di Puri Husada. Di sana dikatakan, tidak semua pegawai disana menggunakan APD. Karena selain dokter ada juga tenaga pembantu, dan pegawai administrasi.

Terkenanya Nakes ini, menurut Yovi, karena masyarakat saat ini banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Yovi mencontohkan, bahwa di awal vulan Maret, ketakutan masyarakat tinggi tapi kasus sedikit. Sementara itu, saat ini kasus banyak, tapi ketakutan masyarakat kecil.

''Inilah yang kami khawatirkan, karena masyarakat tidak mengindahkan protokol kesehatan,'' tegas Yovi.

Artinya, ikutnya nakes positif Covid-19 bukan karena rumah sakit. Karena, sejak awal Rumah sakit itu selalu menerapkan protokol kesehatan.

''Tapi kadang-kadang kepatuhan terhadap protokol itu, tergantung kita masing-masing,'' beber Yovi.

Menurut dia, rumah sakit itu ada Zona merah, zona hijau dan setiap zona menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang berbeda-beda.

''Kami tim gugus akan membahas protokol kesehatan dengan Puri Husada,'' kata Yovi.

Ditambahkan dr Indra Yovi, kasus penambahan positif Covid-19 di Provinsi Riau, bertambah 27 orang, Selasa (23/6/2020) sore.

Kasus terbanyak hari ini berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dengan total 14 kasus.

Dengan penambahan per hari Selasa (23/6/2020) di Provinsi Riau, maka total kasus Covid-19 di Provinsi Riau menjadi 193 kasus.

Rinciannya, sebanyak 67 dirawat, 117 sehat dan sudah dipulangkan, dan 9 meninggal dunia.

Sedangkan, PDP yang masih dirawat berjumlah 121 pasien, PDP negatif covid-19 dan dipulangkan berjumlah 1.512 orang, dan PDP meninggal dunia berjumlah 176 orang. Total PDP berjumlah 1.809 orang.

Sementara itu, ODP dalam pemantauan berjumlah 3.830 orang, ODP sudah selesai pemantauan berjumlah 72.395 orang.


Tertinggi di Riau Sejak Pandemi

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan, Selasa (23/6/2020) ini terjadi penambahan positif Covid-19 sebanyak 27 orang.

''Hari ini kasus terbanyak hari ini berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dengan total 14 kasus,'' terang Yovi.

Maka, dengan penambahan per hari Selasa (23/6/2020) di Provinsi Riau, maka total kasus Covid-19 di Provinsi Riau menjadi 193 kasus.

Rinciannya, sebanyak 67 dirawat, 117 sehat dan sudah dipulangkan, dan 9 meninggal dunia.

Pasien pertama bertambah, adalah pasien nomor 167 Nyonya AKD (39) warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Nyonya AKD ini merupakan tenaga Kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,'' terang Yovi.

Pasien nomor 168 dengan inisial  Nyonya DF (41) warga Kabupaten Indragiri Hilir juga merupakan tenaga Kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan.

Kemudian, pasien nomor 169 dengan inisial tuan R (38) warga Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Kalau tuan R merupakan karyawan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,'' kata Yovi.

Selanjutnya, pasien ke -170 dengan inisial tuan KHN (14) adalah warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Untuk tuan KHN, kata Yovi merupakan hasil pengembangan dari pelaksanaan test rapid masal di Kabupaten Indragiri Hilir,'' beber Yovi. 

Kemudian, pasien nomor 171 dengan inisial Nona K (18) adalah warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Nona K merupakan hasil tracing dan kontak erat dari pasien positif covid-19 kasus ke -160  Nyonya IS (26),'' terang Yovi. 

Selanjutnya, pasien nomor 172 dengan inisial Nyonya M (45) adalah warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Nona M ini juga merupakan hasil tracing dan kontak erat dari pasien positif cmCovid-19 kasus ke -160  Nyonya IS,'' kata Yovi.

Lalu, pasien nomor 173 kata Yovi, adalah tuan M (64) warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Kalau tuan M ini merupakan hasil penemuan kasus positif dari pelaksanaan swab masal di Kabupaten Indragiri Hilir,'' sebut Yovi.

Selanjutnya, nomor 174 dengan inisial tuan MS (47) adalah warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Kami belum mengetahui riwayat penularan dari tuan MS karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan pasien positif Covid-19,'' kata Yovi.

Lalu, nomor 175 dengan inisial Nyonya RZ (52), dia warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Kalau nyonya RZ ini merupakan hasil tracing dan kontak erat dari pasien positif Covid-19 kasus ke 128  Nyonya R (39),'' ujar Yovi.

Selanjutnya, nomor 176 dengan inisial tuan BK (22) adalah warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Hasil tracing tuan BK memiliki riwayat perjalanan dari Provinsi Lampung,'' kata Yovi.

Selanjutnya, tuan BK (31) pasien nomor 177 adalah warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Diketahui positif, melalui hasil penemuan kasus positif dari pelaksanaan swab masal di Kabupaten Indragiri Hilir,'' ungkap Yovi.

Sedangkan pasien nomor 178 dengan inisial tuan MI (30) adalah warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

''Tuan MI ini diketahui positif dari pelaksanaan swab masal di Kabupaten Indragiri Hilir,'' terang Yovi.

Selanjutnya, pasien nomor 179 adalah Nona RAR (14) warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. Nn. 

''Selain diketahui dari swab masal. RAR juga memiliki riwayat perjalanan dari Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau,'' kata Yovi.

Pasien nomor 180 dengan inisial Nona FAR (9) erupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hilir. Nn. 

''Sama dengan RAR, FAR merupakan hasil penemuan kasus positif dari pelaksanaan swab masal di Kabupaten Indragiri Hilir. Ia juga memiliki riwayat perjalanan dari Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau,'' terang Yovi.

Kemudian, pasien nomor 181 dengan  Nyonya NP (26) adalah merupakan warga Kota Pekanbaru dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. 

''Nah kalau nyonya NP ini merupakan hasil tracing dan kontak erat dari pasien positif Covid-19 kasus ke 134 tuan NC (47),'' kata Yovi.

Selanjutnya,  pasien nomor 182 adalah tuan HS (35) warga Kota Pekanbaru dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. 

''Untuk tuan HS ini, memiliki riwayat perjalanan dari Provinsi Sumatera Selatan,'' terang Yovi.

Selanjutnya, pasien nomor 183 dengan inisial tuan N (83) adalah warga Kota Pekanbaru dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. 

''Kami tidak mengetahui riwayat penularan dari tuan N, karena tidak memiliki Riwayat perjalanan dan kontak erat dengan kasus positif Covid-19,'' ujar Yovi.

Kemudian, pasien nomor 184 adalah nyonya MJ (60) warga Kota Pekanbaru dan saat ini sudah meninggal dunia. Belum diketahui Riwayat penularan dari Ny. 

''MJ ini positif karena tidak memiliki Riwayat perjalanan dan kontak erat dengan kasus positif Covid-19,'' terang Yovi.

Lalu, pasien nomor 185 dengan inisial Nyonya YS (78) adalah warga Kota Pekanbaru dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. Pihaknya tidak mengetahui riwayat penularannya, karena tidak memiliki Riwayat perjalanan dan kontak erat dengan kasus positif covid-19.

Selanjutnya, pasien nomor 186 dengan inisial tuan R (49) adalah warga Kota Dumai dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Dumai. 

''Tuan R merupakan hasil penemuan kasus positif dari pelaksanaan swab masal di Kota Dumai,'' ujar Yovi.

Untuk pasien nomor 187 adalah tuan WSH (61) warga negara asing (Malaysia) yang sedang berkunjung ke Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis untuk melayat keluarga yang meninggal dunia. 

''Karena mengalami batuk yang sering. WSH disarankan dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Pekanbaru,'' sebut Yovi. 

Selanjutnya, pasien nomor 188 adalah Nyonya Y (36) adalah warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. 

''Kalau untuk nyonya Y merupakan hasil tracing dan kontak erat dari pasien positif Covid-19 kasus ke 137 tuan IB (30) yang termasuk dalam klaster Bank BRI,'' sebut Yovi.

Lalu, pasien nomor 189 adalah tuan GW (65) merupakan warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. 

''Kami belum mengetahui riwayat penularan dari tuan GW, karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan kasus positif Covid-19,'' sebut Yovi.

Untuk pasien ke nomor 190 dengan inisial Nyonya SS (29) adalah warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. 

''Belum diketahui riwayat penularan dari Nyonya SS, karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan kasus positif Covid-19,'' terang Yovi.

Pasien ke nomor 191 adalah tuan IMT (39), warga Kabupaten Kuantan Singingi dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Kuantan Singingi. 

''Untuk pasien IMT ini, kami tidak mengetahui riwayat perjalannya,'' kata Yovi.

Kemudian, pasien nomor 192 adalah Nyonya A (47), dia warga Kabupaten Pelalawan dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Pelalawan. Nyonya A (47) memiliki riwayat perjalanan ke Kota Pekanbaru.

''Pasien terakhir ini menandakan, bahwa bagaimana kondisi Pekanbaru saat ini,'' pungkas Yovi.

Pasien 193 positif Covid-19 di Riau adalah Tn. S (61) yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hulu dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Indragiri Hulu. Tn. S (61) memiliki riwayat perjalanan ke Kota Pekanbaru.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook