Puluhan Kg Narkoba Dimusnahkan di Depan LKAM Riau

Kapolda Riau: 90 Persen Lebih Pelaku Krimininal Konsumsi Narkoba

Rabu, 24 Juni 2020 - 15:52 WIB  
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Kapolda Riau: 90 Persen Lebih Pelaku Krimininal Konsumsi Narkoba


KORQNMX.COM, PEKANBARU--Maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau, saat ini, kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi disebabkan, tingginya permintaan di tengah- masyarakat.

Menurut pengamatan pihaknya, harga beli sabu awalnya seharga Rp600 ribu Sedangkan, harganya saat ini Rp350 ribu.

''Karena banjir, harganya turun dari 600 ribu menjadi 350 ribu,'' kata Kapolda Riau di sela-sela acara Pemusnahan Narkoba di halaman depan Gedung Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (24/6/2020).

Kegiatan pemusnahan ini, sebut perwira berpangkat bintang dua dipundaknya, sesuai dengan amanat UU yang mengharuskan bahwa narkoba ini harus dimusnahkan usai ditangkap.

Pemusnahan ini sambung Agung, terjadi atas dukungan dari Lanud Roesmin Nurjadin dan Lanal Dumai.

''Kami tak akan bisa perang sendirian melawan narkoba dan butuh peran semua elemen. Karena itu, terima kasih kepada Danlanud Pekanbaru yang menggagalkan pengiriman narkoba dan terima kasih juga kepada Danlanal Dumai yang juga berhasil menggagalkan narkoba,'' kata Agung. 

Menurut Kapolda, terjadinya tindakan kejahatan juga dikarenakan efek para pelaku menggunakan narkoba.

''98 persen narkoba ini adalah biang kejahatan. Karena rata-rata pelaku kejahatan yang ditangkap di tes urin bagi mereka pelaku pencurian dan pencopet. Bahkan pelaku cabul dan lain-lain,'' beber Kapolda.

Apa yang dilakukan sebelas pelaku ini, sebut Kapolda merupakan satu sisi perilaku menyimpang buruk yang dilakukan dan kejahatan akibat penggunaan narkoba. 

''Pemberantasan narkoba saat ini adalah tugas kita bersama. Kami mengajak juga lembaga LAM Riau ini bekerja sama memberantas narkoba.  Semakin banyak yang memberantas narkoba insyaaAllah akan habis narkoba, di Riau,'' kata Kapolda. 

Maka, dengan upaya pengungkapan dan pemusnahan narkoba ini. Kapolda berharap pihaknya Riau maju ke arah  yang positif. Karena tidak ada hal positif yang bisa dibawa oleh narkoba. 

''Kita bisa berharap bergandeng tangan dan ingin bebas Riau dari narkoba.  Terima kasih Pak Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau ikut memberantas narkoba di lingkungan kerjanya,'' ajak Kapolda. 

Kapolda menuturkan, kegiatan pemusnahan narkoba hari ini adalah hasil kerja beberapa waktu lalu di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau narkoba didatangkan dari Aceh ke Dumai dari dari Dumai mau ditukar dengan sabu-sabu di tengah laut. 

Modus operandi para pelaku, yakni Ganja ini dikelabui ditaruh di bawah pisang. 

''Pengakuan pelaku, orang tuanya juga tak tahu mobil L300 disimpan di rumahnya yang ternyata di bawah pisang ada ganja,'' sebut Kapolda. 

 

Ada Orangtua Minta Anaknya Pelaku Jambret Ditembak Saja

 

Menurut Kapolda Riau, salah satu pelaku jambret memang mengakui, bahwa sebelum menjambret, ia terlebih dahulu mengkonsumsi sabu.

Dilain sisi, orang tuanya yang mengetahui aksi kejahatan anaknya. Berharap, agar anaknya ditembak saja.

''Kemarin ada permintaan orang tuanya yang marah, agar anaknya pelaku kejahatan ini ditembak,'' tutur Kapolda.

  Terlaksananya kegiatan pemusnahan ini, Kapolda menyampaikan rasa terima kasih kepada LAM Riau telah menyediakan tempat untuk acara ini.

''Saya mengajak semua pihak mari sama-sama memberantas narkoba,'' harap Kapolda Riau. 

Menurut Kapolda, banjirnya peresaran narkoba di Bumi Lancang Kuning dikarenakan letak geografis Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia serta Provinsi Aceh.

Aceh yang satu daratan dengan Riau, sebut Kapolda merupakan salah satu ladang ganja terbesar di dunia.

''Para pelaku telah menjadikan Riau sebagai pintu masuk, daerah tujuan penyebaran Narkoba dan juga daerah transit untuk menuju Provinsi-Provinsi lainnya yang ada di Indonesia,'' sebut Kapolda.

Berdasarkan hasil pengungkapan sejumlah tindak pidana atau kejahatan umum lainnya di wilayah hukum Polda Riau sejak bulan Mei 2020, diketahui ada 291 orang pelaku tindak pidana yang positif mengkonsumsi Narkoba baik itu jenis Ekstasi ataupun Sabu. 

Hal ini dikatahui karena setiap pelaku kriminal yang ditangkap dan dilakukan pemeriksaan urine, ternyata lebih dari 90 persen para pelaku kejahatan tersebut, positif mengandung amphetamin atau positif mengkomsumsi narkoba.

Di sisi lain, saat ini, sebut Kapolda, kesadaran masyarakat yang peduli terhadap masalah Narkoba di Riau semakin meningkat, kepedulian tersebut di tunjukkan dengan cara memberikan informasi kepada pihak Kepolisian tentang adanya penyalahgunaan Narkoba di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja. 

Alhasil berkat bantuan dan partisipasi masyarakat sehingga Direktorat Reserse Narkoba bersama jajarannya di satuan kewilayahan, berhasil mengungkap berbagai kasus besar pada beberapa waktu terahir ini.

Sebagaimana yang digelar ini ada sejumlah Narkoba tangkapan dari Polda Riau yang akan di musnahkan, secara rinci sebagai berikut :

- Sabu 35,46 kilogram

- Ekstasi 585 butir

- Ekstasi bentuk serbuk 2385,5 gram

- Ganja 87,6 kilogram

Dengan berhasilnya jajaran Polda Riau menangkap dan menyita Narkoba di atas, artinya Polri bisa menyelamatkan para pengguna Narkoba berkisar 271.000 orang.

''Pemusnahan ini dilaksanakan setelah beberapa penangkapan yang kita lakukan. Kami Berharap pemusnahan ini agar diketahui seluruh masyarakat riau,'' ajak Kapolda. 

''Saya ingin gelorakan pemberantasan narkoba saat ini adalah tugas kita bersama. Saya mengajak lembaga LAM Riau bersama sama memberantas narkoba. Mari kita bekerja sama untuk memberantas narkoba untuk kemajuan riau. Mari kita bergandeng tangan untuk memberantas narkoba,'' tambah Kapolda.

Sementara itu, atas kejahatan para pelaku. Mereka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun.

''Sejak bulan Mei 2020 saja ada 291 orang. Mereka terdiri dari 277 orang laki-laki dan 14 orang perempuan,'' pungkasnya.

 


IRT Ngaku di Pesantren, Ternyata di Lapas

 

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, yang turut menghadiri kegiatan pemusnahan narkoba di pekarangan LAME ini, mengungkapkan, bahwa saat ini di Riau kawasan pesisir menjadi lokasi yang rawan masuknya narkoba.

Mantan Danrem 031/Wirabima ini mengatakan, kawasan pesisir Provinsi Riau yang sering masuk narkoba adalah melalui Kabupaten Meranti dan Bengkalis.  

Selain memperhatikan kawasan pesisir pantai timur Riau, Wagubri menuturkan, pengalama saat berkunjung ke salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Disana, sebut dia, 80 persen isinya adalah pelaku narkoba.

Di dalam salah lapas itu, sebut Wagubri, pasutri didapati merupakan penghuninya dan mereka pengedar narkoba. 

Wagubri menilai, para pelaku tak tahu merasa salah, sehingga disentuh hatinya dengan menceritakan bagaimana nasib anaknya yang ditinggal sama neneknya.

''Saya sampaikan bahwa anaknya dirumah juga ingin pergi jalan-jalan belanja sama ibunya,'' ujar Wagubri.

Setelah diberi masukan, batin IRT tersebut akhirnya terenyuh dan menetes air mata. 

''Akhirnya, si ibu ngaku sama anaknya tinggal di Pondok Pesantren padahal di tahan di Lapas akibat narkoba,'' ungkap Wagubri.

Sedangkan, di Pemprov Riau. Saat ini menurut Wagubri, sebabyak 2.200 PNS Pemprov Riau telah diambil sampel urinenya.

Hasilnya, sambung Wagubri, dari sekian banyak PNS tersebut, memang ada ditemukan urinenya narkoba dan dan ditindaktegas bahkan dipecat. 

''Hasilnya sebanyak 1.817 kasus ditangani Polda Riau. Kami ucapkan terima kasih apa yang telah dilakukan Polda Riau dan LAM Riau,'' kata Wagubri.

Ditambahkan, Al Azhar selaku Ketua Majelis Keraparan Adat LAM Riau, bahwa pihaknya menyambut baik ketika Dir Resnarkoba Polda Riau Kombes Suhirman datang menyampaikan kegiatan pemusnahan ini.

''TentunyavLAM Riau menyambut baik kegiatan ini, sebagai tanda adanya peran Kapolsian menyelamatkan generasi bangsa,'' kata Al Azhar. 

Menurut Al Azhar LAM Riau juga telah menyampaikan kepada datuk dan anak kemenakan untuk menjauhi narkoba. LAM Riau antinarkoba dan digaungkan oleh Datuk-datuk di sejumlah kampung,  desa, kecamatan dan kabupaten dan kota.

Hadir di acara ini Ketum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Dt Sri Syahril Abubakar yang sebelumnya dia memasangkan tanjak untuk Kapolda Riau, Ketua Majelis Keraparan Adat LAM Riau Al Azhar, Wakil Gubernur Riau Timbalan Setia Amanah Datuk Sri Edy Natar Nasution, Danrem 031/ Wira Bima Brigjen TNI MS Ismed, Danlanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru Marsma Ronny Irianto Moningka, Kakanwil Kumham Riau, Hilal,  dan pejabat lainnya.

Proses pemusnahan, dilakukan dengan cara melakukan sabu dan ekstasi kedalam cairan pembersih. Kemudian, untuk ganja dibakar diatas tong.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook